"Sepuluh orang terkaya, kekayaannya naik tiga kali lipat, tapi kemiskinan juga naik tiga kali lipat. Ini perampokan," katanya dengan nada tinggi.
Namun begitu, Said Didu berulang kali menegaskan sikapnya terhadap pemerintahan. Dia menyatakan bukanlah oposisi untuk program utama Prabowo. Justru dukungan penuh dia berikan untuk agenda pemberantasan korupsi, pembersihan penegak hukum, dan tentu saja, pengembalian kedaulatan nasional.
"Kami tidak oposisi terhadap Presiden," jelasnya. "Oposisi kami adalah terhadap orang-orang di sekitar beliau yang menghalangi agenda pengembalian kedaulatan."
Dia bahkan menyebut, baru kali ini dalam sejarah Indonesia ada pemimpin yang berani menyentuh kepentingan oligarki secara terbuka. Tapi, itulah yang justru bakal membuat perlawanan terhadap Prabowo menjadi sangat besar. Terutama dari kalangan DPR dan elite politik yang kepentingannya terusik.
Gerakan yang dia gagas ini nantinya akan independen. Tidak berbasis partai, organisasi, atau identitas kelompok tertentu. Fokusnya cuma satu: membela rakyat kecil yang kedaulatannya terus dirampas korban penggusuran, perampasan lahan, dan ketidakadilan hukum.
"Target kita jelas: oligarki. Dengan agenda ini, yang pertama tersentuh pasti geng SOP, Solo Oligarki Parcok. Itu tidak terelakkan," ucap Said Didu.
Di akhir pernyataannya, dia mengajak semua elemen rakyat untuk bersatu. Merebut kembali apa yang seharusnya menjadi hak bangsa, yang menurutnya sudah terlalu lama diperjualbelikan di pasar gelap kekuasaan.
"Kita juga enggak mau dibawah pemerintah. Enggak mau. Ya, dia jalan dengan agendanya, kita jalan dengan agenda kita," pungkas Said Didu, menutup pembicaraan.
Artikel Terkait
Jokowi Pacu PSI, Siapkan Dinasti Politik Lewat Dua Anak
Dokter Tifa Soroti Penampilan Jokowi di Rakernas PSI: Playing Victim di Balik Kondisi Fisik?
Malam Rahasia di Kertanegara: Siapa Saja Tamu Prabowo yang Dibahas Hingga Larut?
Praktisi Hukum Soroti Pernyataan Gatot Nurmantyo yang Dinilai Adu Domba Presiden dan Kapolri