Pesan untuk Insan Pers
Di sisi lain, Sjafrie juga punya pesan khusus untuk para wartawan yang hadir. Ia meminta media turut membantu pemerintah menjalankan tugas negara, tentu saja lewat pemberitaan yang informatif dan bertanggung jawab. Dengan cara itu, insan pers dianggap sudah ikut membela hak-hak rakyat.
“Kalau negara sulit, yang paling sulit itu rakyat. Karena keberpihakan kita terhadap rakyat harus kita tunjukkan secara moral dan tindakan,” ungkapnya.
Lantas, siapa sebenarnya tokoh-tokoh oposisi yang hadir malam itu? Sjafrie mengaku tidak tahu persis atau mungkin tak mau menyebutkan.
“Saya tidak tahu namanya, lupa ya. Yang pasti tokoh-tokoh nasional itu sudah menyatakan tidak ada oposisi. Ini masalah komunikasi dan komunikasi itu sudah terjalin,” ujarnya.
“Yang saya tahu bahwa tokoh-tokoh itu menyatakan bahwa sekarang waktunya kedaulatan rakyat kembali,” sambungnya.
Soal lokasi pertemuannya pun ia enggan beri detail. Cukup samar. “Di suatu tempat. Saya kira kalian (media) lebih tahu,” tandas Sjafrie, mengakhiri pembicaraan.
Artikel Terkait
Kaesang Menangis di Rakernas PSI, Sumpahkan Peras Darah untuk Menangkan Pemilu 2029
Kepemimpinan PBNU Kembali ke Gus Yahya, Muktamar 35 Dijadwalkan 2026
Kontroversi Video Rektor UGM: Tahun Kelulusan Jokowi Berubah dalam Dua Versi
TPUA Soroti Eggi Sudjana dan Damai Hari Lubis: Karakter Pengkhianat hingga Tudingan Layani Jokowi