Pernyataan itu disampaikannya kepada RMOL, Jumat lalu. Dan prediksinya cukup jelas: bakal ada lagi figur-figur lain yang mengambil peran serupa dengan Roy Suryo. Mereka akan mengangkat kembali isu yang sama ke permukaan, menghidupkannya di ruang publik.
Lantas, apa yang membuat isu ini begitu bandel? Nurul Fatta melihatnya dari kacamata politik. Keberlanjutan polemik ini, katanya, sangat terkait erat dengan posisi dan pengaruh keluarga Jokowi di tingkat nasional. Selama pengaruh itu masih kuat dan terasa, selama itu pula isu ini akan terus digulirkan.
“Saya meyakini bahwa isu ijazah Presiden Jokowi akan terus digulirkan sebagai komoditas politik,” pungkasnya tegas.
Intinya, selama nama besar itu masih menghiasi panggung politik, polemik seperti ini akan tetap jadi alat. Alat untuk mendongkrak popularitas, atau sekadar mengganggu konsentrasi. Begitulah kira-kira.
Artikel Terkait
Materai Rp100 di Ijazah Jokowi Disorot, Jubir PSI: Itu Hal Biasa
Polemik Ijazah Jokowi: Dari Debat Gagasan ke Ranah Hukum, Ada Hitungan Politik di Baliknya
Pertemuan Rahasia di Solo: Eggi-Damai Diam-diam Bertemu Jokowi
Hensat Soroti Kontroversi Pandji: Ini Cuma Ekspresi Kekesalan, Bukan Gerakan Asing