Pernyataan itu disampaikannya kepada RMOL, Jumat lalu. Dan prediksinya cukup jelas: bakal ada lagi figur-figur lain yang mengambil peran serupa dengan Roy Suryo. Mereka akan mengangkat kembali isu yang sama ke permukaan, menghidupkannya di ruang publik.
Lantas, apa yang membuat isu ini begitu bandel? Nurul Fatta melihatnya dari kacamata politik. Keberlanjutan polemik ini, katanya, sangat terkait erat dengan posisi dan pengaruh keluarga Jokowi di tingkat nasional. Selama pengaruh itu masih kuat dan terasa, selama itu pula isu ini akan terus digulirkan.
“Saya meyakini bahwa isu ijazah Presiden Jokowi akan terus digulirkan sebagai komoditas politik,” pungkasnya tegas.
Intinya, selama nama besar itu masih menghiasi panggung politik, polemik seperti ini akan tetap jadi alat. Alat untuk mendongkrak popularitas, atau sekadar mengganggu konsentrasi. Begitulah kira-kira.
Artikel Terkait
Anggota DPR Desak Percepat Regulasi PPPK untuk 630 Ribu Guru Madrasah
Koordinator KKN UGM 1985 Klaim Tak Kenal Joko Widodo
Rocky Gerung Soroti Rp17 Triliun untuk Dewan Perdamaian Trump: Harga Sebuah Buku dan Nyawa Anak di NTT
Himpunan Mahasiswa Al Washliyah Desak Prabowo Tindak Tegas Erick Thohir