Sikap seperti ini bukan cuma soal penolakan. Ini berpotensi melahirkan konfigurasi politik baru yang menarik perhatian: sebuah aliansi antara kekuatan nasionalis dan religius. Sebuah blok yang punya daya tarik elektoral yang kuat.
“Kalau mau simbolik, ini bisa disebut koalisi merah-putih sejati. PDIP dengan merahnya, PKS dengan putihnya,"
tambah Alip memberi gambaran.
Intinya, momen ini jadi ujian karakter bagi PKS. Pilihan ada di tangan mereka.
“Publik sedang menunggu, apakah PKS akan tenggelam dalam pelukan kekuasaan, atau berdiri sebagai partai yang tetap kritis ketika demokrasi dibajak oleh kepentingan elite,”
pungkas Alip.
Peta politik saat ini memang terbelah. Di satu kubu, ada Gerindra, Golkar, PKB, Nasdem, dan PAN yang mendukung usulan Pilkada lewat DPRD. Sementara di seberang, PDIP sudah menyatakan penolakannya dengan tegas. Tinggal PKS yang posisinya masih jadi tanda tanya besar.
Artikel Terkait
Kunjungan Tersangka ke Solo Picu Sindiran Tajam: Ada Pejuang, Ada Pecundang
Roy Suryo Geram Disingkirkan dari Pertemuan Eggi-Jokowi di Solo
Jokowi Sambut Hangat Tersangka Kasus Ijazah Palsu di Solo
Dokter Tifa Ungkap Enam Versi Ijazah Jokowi, Soroti Emboss Misterius dari Polda