Meski begitu, ia mengapresiasi fokus Presiden pada upaya rekonstruksi dan rehabilitasi pascabencana di Aceh, Sumut, dan Sumbar. Menurut Hensat, penekanan itu cukup menenangkan publik yang selama ini menunggu langkah nyata pemerintah.
“Dan itu sangat baik sekali disampaikan,” ujarnya.
Di sisi lain, Hensat menyoroti kata “solid” yang kerap diucapkan Presiden dalam retret tersebut. Salah satu momen yang viral adalah guyonan Presiden bahwa PKB harus terus diawasi.
Sebagai founder lembaga survei Kedai Kopi, Hensat memaknai hal itu sebagai kelakar yang wajar. Justru, guyonan semacam itu bisa memperkuat konsolidasi internal.
“Saya rasa itu pertanyaan guyonan yang wajar,” jelasnya. “Kalau ditanya apakah loyalitas kabinet Pak Prabowo terjaga, ini baru tahun kedua atau ketiga awal. Saya rasa belum ada yang berani mbalelo.”
Guyonan itu, lanjut Hensat, pada akhirnya justru mempererat barisan kabinet.
“Itu guyonan berbentuk kelakar yang sebetulnya justru memperkuat kabinetnya Pak Prabowo itu sendiri,” tandasnya.
Artikel Terkait
Anggota DPR Desak Percepat Regulasi PPPK untuk 630 Ribu Guru Madrasah
Koordinator KKN UGM 1985 Klaim Tak Kenal Joko Widodo
Rocky Gerung Soroti Rp17 Triliun untuk Dewan Perdamaian Trump: Harga Sebuah Buku dan Nyawa Anak di NTT
Himpunan Mahasiswa Al Washliyah Desak Prabowo Tindak Tegas Erick Thohir