Lalu, bagaimana cara memperbaikinya? Adhie pesimis perubahan bisa digantungkan pada kesadaran individu atau gerakan kecil dari bawah. Satu dua orang, atau gerakan di tingkat kelurahan, menurutnya tidak akan cukup untuk membalikkan keadaan yang sudah sedemikian parah.
Di sisi lain, dia punya keyakinan soal solusinya. Harus ada kekuatan yang turun tangan. Bukan kekuatan sewenang-wenang, melainkan kekuatan yang beradab dan punya otoritas untuk menegakkan nilai-nilai baik.
"Harus ada kekuatan yang memaksa untuk kebaikan," pungkas Adhie. "Yang tidak baik harus dihukum."
Pernyataannya itu seperti tamparan. Sekaligus pertanyaan besar bagi kita semua: siapa, atau apa, kekuatan beradab yang dimaksud itu?
Artikel Terkait
Mantan Projo: Lagu Slank Republik Fufufafa Sentil Kondisi Riil dan Ancaman Laten 2029
Prabowo: Menteri Turun ke Bencana, Datang atau Tidak Selalu Disalahkan
Catatan Absensi Anwar Usman di MK Kembali Jadi Sorotan
Wajah Kejaksaan Tercoreng Arang, Terpidana Kasus JK Kabur Lagi