Lalu, bagaimana cara memperbaikinya? Adhie pesimis perubahan bisa digantungkan pada kesadaran individu atau gerakan kecil dari bawah. Satu dua orang, atau gerakan di tingkat kelurahan, menurutnya tidak akan cukup untuk membalikkan keadaan yang sudah sedemikian parah.
Di sisi lain, dia punya keyakinan soal solusinya. Harus ada kekuatan yang turun tangan. Bukan kekuatan sewenang-wenang, melainkan kekuatan yang beradab dan punya otoritas untuk menegakkan nilai-nilai baik.
"Harus ada kekuatan yang memaksa untuk kebaikan," pungkas Adhie. "Yang tidak baik harus dihukum."
Pernyataannya itu seperti tamparan. Sekaligus pertanyaan besar bagi kita semua: siapa, atau apa, kekuatan beradab yang dimaksud itu?
Artikel Terkait
Anggota DPR Desak Percepat Regulasi PPPK untuk 630 Ribu Guru Madrasah
Koordinator KKN UGM 1985 Klaim Tak Kenal Joko Widodo
Rocky Gerung Soroti Rp17 Triliun untuk Dewan Perdamaian Trump: Harga Sebuah Buku dan Nyawa Anak di NTT
Himpunan Mahasiswa Al Washliyah Desak Prabowo Tindak Tegas Erick Thohir