Di tengah situasi bencana yang melanda Sumatera, muncul seruan untuk introspeksi dari dalam kabinet sendiri. Menko Pemberdayaan Manusia, Muhaimin Iskandar atau yang akrab disapa Cak Imin, mendorong para menteri terkait untuk melakukan evaluasi menyeluruh. Bahkan, dengan bahasa khas Nahdlatul Ulama, ia menyebutnya sebagai "tobatan nasuhah".
Seruan itu tak dibiarkan begitu saja. Menteri Investasi sekaligus Kepala BKPM, Bahlil Lahadalia, memberikan respons balik. Bahlil menilai, ajakan untuk bertobat nasuha itu sebaiknya berlaku untuk semua pihak, tak terkecuali sang penggagas.
"Kalau pertobatan nasuha, Cak Imin juga pertobatan nasuha-lah, semuanya ya," ujar Bahlil, Jumat (5/12/2025).
Dia melanjutkan dengan nada tegas, "Oke ya? Semua kita semua harus apa ya... ya evaluasi diri, ya."
Bagi Bahlil, urusan evaluasi dirinya sebagai seorang menteri sepenuhnya berada di tangan Presiden Prabowo Subianto. Dia menegaskan bahwa fokusnya saat ini adalah bekerja, terutama menangani hal-hal yang lebih mendesak.
Artikel Terkait
Warga Wamena Keluhkan BBM Rp25 Ribu, Respons Santai Gibran Tuai Sorotan
Rustam Effendi Buka Suara: Eggi Sudjana Bisa Sewaktu-waktu Balik Badan
Gerakan Rakyat Usung Anies, NasDem Sindir: Pemilunya Masih Lama
Diplomasi Tingkat Tinggi di Solo: Ketika Maaf Tak Perlu Diucapkan dalam Rekonsiliasi Politik