Cucun Ahmad Syamsurijal Viral Usul Ahli Gizi Diganti Lulusan SMA, Ini Profilnya

- Senin, 17 November 2025 | 16:25 WIB
Cucun Ahmad Syamsurijal Viral Usul Ahli Gizi Diganti Lulusan SMA, Ini Profilnya
Profil dan Kontroversi Cucun Ahmad Syamsurijal: Pernyataan Kontroversial soal Ahli Gizi di Program MBG

Profil dan Kontroversi Cucun Ahmad Syamsurijal: Pernyataan Kontroversial soal Ahli Gizi di Program MBG

Cucun Ahmad Syamsurijal, Wakil Ketua DPR RI, menjadi sorotan publik setelah membuat pernyataan kontroversial mengenai program Makan Bergizi Gratis (MBG). Politikus Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini menyatakan bahwa program pemerintah tersebut tidak memerlukan keahlian lulusan gizi.

Profil dan Latar Belakang Cucun Ahmad Syamsurijal

Cucun Ahmad Syamsurijal lahir di Bandung, Jawa Barat, pada 8 November 1972. Ia menyelesaikan pendidikan doktoral (S3) dalam bidang Administrasi Publik di Universitas Padjadjaran (Unpad) pada periode 2018-2022. Karier politiknya telah membawanya menjadi anggota DPR RI selama tiga periode berturut-turut, mulai dari 2014 hingga 2029.

Riwayat organisasinya cukup panjang, mencakup berbagai posisi strategis. Cucun pernah menjabat sebagai Bendahara PC NU Kabupaten Bandung (2004-2009), Ketua PW LP NU Jawa Barat (2005–2010), dan Wakil Bendahara Umum DPW PKB Jawa Barat (2005–2010). Ia juga pernah memimpin DPC PKB Kabupaten Bandung (2009–2020) dan menjabat sebagai Ketua Umum DKN Garda Bangsa (2016–2021).

Di DPR RI, Cucun telah menempati berbagai posisi penting. Pada periode 2014-2019, ia bertugas di Komisi IV dan Komisi V. Selanjutnya, pada periode 2019-2024, ia menjadi anggota Komisi III dan dipercaya menjabat sebagai Ketua Fraksi PKB. Sejak 1 Oktober 2024, Cucun resmi menjabat sebagai Wakil Ketua DPR RI periode 2024-2029, mewakili Fraksi PKB untuk daerah pemilihan Jawa Barat II (Kabupaten Bandung dan Bandung Barat).

Kontroversi Pernyataan tentang Program Makan Bergizi Gratis

Kontroversi muncul saat Cucun menghadiri Rapat Konsolidasi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kabupaten Bandung. Dalam acara tersebut, seorang peserta yang mewakili ahli gizi memberikan masukan mengenai pentingnya melibatkan tenaga profesional bersertifikasi dalam program MBG. Peserta tersebut menyarankan agar Badan Gizi Nasional (BGN) berkolaborasi dengan organisasi profesi seperti Persatuan Ahli Gizi Indonesia (Persagi) untuk memastikan kualitas gizi yang diberikan.

Namun, Cucun memotong pembicaraan peserta tersebut dan menyebutnya sebagai "anak muda arogan". Dalam pernyataannya yang viral, Cucun menegaskan bahwa pembuat kebijakan adalah dirinya selaku Wakil Ketua DPR. Ia menyatakan akan mengubah diksi "ahli gizi" menjadi "tenaga yang menangani gizi" dalam program MBG.

Lebih lanjut, Cucun mengusulkan bahwa peran ahli gizi dapat digantikan oleh lulusan SMA yang diberi pelatihan selama tiga bulan dan sertifikasi dari Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP). Pernyataan inilah yang memicu reaksi keras dari publik dan profesional di bidang gizi.

Reaksi Publik dan Dampaknya

Pernyataan kontroversial Cucun Ahmad Syamsurijal langsung menuai kritik dari berbagai kalangan. Media sosial, khususnya Instagram pribadinya, dibanjiri komentar pedas dan sindiran dari warganet. Banyak netizen yang menilai pernyataannya arogan dan merendahkan profesi ahli gizi.

Beberapa komentar yang viral antara lain menyoroti sikapnya yang dianggap tidak menghargai masukan dari tenaga profesional. Ada juga yang mengecam usulannya untuk menggantikan peran ahli gizi dengan lulusan SMA yang hanya dilatih singkat, dengan alasan bahwa gizi adalah bidang kompleks yang membutuhkan keahlian khusus.

Hingga berita ini ditulis, Cucun belum memberikan tanggapan resmi lebih lanjut mengenai kontroversi ini. Pernyataannya terus menjadi bahan perbincangan hangat di kalangan publik dan praktisi kesehatan.

Editor: Yuliana Sari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar