Trauma Bilqis Pasca Penculikan: Perubahan Sikap & Proses Pemulihan

- Rabu, 12 November 2025 | 18:25 WIB
Trauma Bilqis Pasca Penculikan: Perubahan Sikap & Proses Pemulihan
Perubahan Sikap Bilqis Pasca Penculikan: Kisah Trauma dan Pemulihan

Perubahan Sikap Bilqis Pasca Penculikan: Kisah Trauma dan Pemulihan

Dwi Nurmas (34), ayah dari Bilqis Ramadhany yang berusia 4 tahun, mengungkapkan adanya perubahan perilaku signifikan pada putrinya setelah berhasil dipulangkan ke Makassar, Sulawesi Selatan. Perubahan ini terjadi pasca peristiwa penculikan yang dialami Bilqis.

Kronologi Penculikan Bilqis

Bilqis menjadi korban penculikan setelah bermain di Taman Pakui, Makassar, pada suatu hari Minggu. Ia diculik oleh sebuah sindikat perdagangan anak yang beroperasi lintas provinsi. Aksi penculikan ini terekam jelas oleh kamera CCTV dan kemudian menjadi viral di berbagai platform media sosial.

Bilqis diperjualbelikan melalui sebuah grup Facebook yang mengusung tema adopsi anak. Awalnya, ia dibeli oleh seorang perempuan di Jakarta dengan harga Rp 3 juta. Kemudian, Bilqis kembali dijual kepada sebuah pasangan yang berasal dari Jambi dengan harga yang melonjak menjadi Rp 30 juta.

Transaksi tidak berhenti di situ. Pasangan tersebut kemudian menjual Bilqis kepada komunitas Suku Anak Dalam yang berada di kawasan Merangin, Jambi, dengan harga yang jauh lebih tinggi, yaitu Rp 80 juta. Berkat upaya aparat, Bilqis akhirnya ditemukan dalam keadaan selamat di kawasan hutan Merangin, Jambi. Saat ditemukan, ia sedang berada dalam pangkuan salah seorang warga dari Suku Anak Dalam.

Perubahan Perilaku yang Terjadi

Setelah berhasil dipulangkan dan bertemu kembali dengan orang tuanya, Dwi Nurmas mengamati bahwa sikap Bilqis telah berubah. Ia menuturkan bahwa kini putrinya tampak lebih agresif dibandingkan dengan sifatnya sebelum kejadian yang cenderung lebih lembut.

"Iya, memang ada perubahan perilaku. Sekarang itu dia lebih agresif," ujar Dwi, yang kerap disapa Dimas. Ia menambahkan bahwa meskipun Bilqis adalah anak yang aktif, tetapi sebelumnya ia tidak seagresif ini.

Beberapa contoh perubahan perilaku yang diceritakan oleh sang ayah termasuk cara Bilqis menutup pintu yang sekarang menjadi lebih keras dan bersuara. Selain itu, ketika menginginkan sesuatu, Bilqis menunjukkan sikap yang tidak mau menunggu dan harus segera dituruti.

"Kalau misalnya minta uang untuk belanja, dia tidak mau menunggu, harus langsung dikasih," ungkap Dimas lebih lanjut.

Pengakuan Bilqis Selama Dalam Penculikan

Dwi juga sempat bertanya kepada Bilqis mengenai pengalamannya selama berada di perkampungan Suku Anak Dalam. Dari penuturan Bilqis, ia mengaku diperlakukan layaknya seorang anak.

"Saya tanya, tidur di mana nak? Dia bilang sama bapak-bapak. Dia pikirnya bapak begitu," kata Dimas saat ditemui di rumahnya. Ketika ditanya mengenai makanannya, Bilqis menjawab bahwa ia makan mie seperti biasa. Ia juga bercerita bahwa melihat banyak anjing di sekitar perkampungan tersebut.

Sikap Keluarga Terhadap Pelaku

Dwi Nurmas menyatakan bahwa ia telah memaafkan keempat pelaku yang terlibat dalam penculikan putrinya. Meski demikian, ia tetap berharap agar proses hukum tetap berjalan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

"Saya maafkan semua pelaku ini, cuman hukum harus tetap dijalani," tegasnya. Dwi menyerahkan sepenuhnya penanganan kasus dan hukuman bagi para tersangka kepada aparat penegak hukum. Ia mengungkapkan bahwa niat untuk memaafkan sudah ada sejak Bilqis belum ditemukan, dengan harapan utama agar putrinya kembali dengan selamat.

Proses Trauma Healing oleh Psikolog

Untuk membantu pemulihan kondisi psikologis Bilqis, seorang psikolog dari Klinik Puspaga Dinas PPA Kota Makassar, Muriskida Yusuf, telah melakukan sesi trauma healing. Dalam sesi tersebut, Bilqis diajak untuk bermain boneka dan menggambar.

Muriskida menyatakan bahwa secara umum, Bilqis sudah dapat diajak berinteraksi dan bermain. Mengenai perubahan perilaku yang menjadi lebih agresif, psikolog ini tidak menampik bahwa hal tersebut bisa menjadi dampak dari trauma yang dialami.

"Dari keterangan orang tua mungkin ada perilaku yang berubah seperti Bilqis lebih agresif. Tapi belum bisa dinilai, masih bertahap, baru pertemuan pertama juga," jelas Muriskida, menekankan bahwa proses pemulihan membutuhkan waktu dan evaluasi bertahap.

Editor: Novita Rachma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar