Sosok Atim Suhara, Hansip Gugur Ditembak Maling yang Rutin Pantau CCTV Tiap Malam
Tragedi penembakan terhadap petugas keamanan kampung (Hansip) di Cakung, Jakarta Timur, menewaskan Atim Suhara (42). Kisah hidupnya mengungkap sosok kakak yang penuh tanggung jawab dan pengorbanan. Dua adik kandungnya, Siti Sarah (41) dan Siti Komariah (32), mengenang Atim sebagai pribadi yang selalu mendahulukan keluarga meski hidup dalam keterbatasan ekonomi.
“Walau penghasilannya kecil, dia selalu berbagi. Kadang kirim uang atau beras, padahal kami sudah berumah tangga,” tutur Komariah di kediaman almarhum.
Hidup Sederhana dan Pengabdian Tanpa Pamrih
Atim sehari-hari bekerja sebagai hansip dan buruh serabutan. Ia menerima berbagai pekerjaan untuk mencukupi kebutuhan. Sarah menceritakan bahwa kakaknya bahkan memilih untuk tidak menikah karena ingin fokus menjaga adik-adiknya setelah orang tua mereka meninggal.
“Dia pernah bilang, kalau menikah nanti siapa yang menjaga kami. Jadi dia lebih memilih mengurus adik-adiknya,” kenang Sarah dengan sedih.
Komitmen Menjaga Keamanan: Rutin Pantau CCTV dan Patroli Malam
Rekannya, Ruin, yang berada di lokasi kejadian, mengonfirmasi bahwa Atim dikenal sebagai sosok yang sangat dedicated. Ia rutin memantau CCTV dan berpatroli setiap malam untuk menjaga keamanan lingkungan.
“Setiap hari, setiap malam. Saya itu bertiga ronda. Dia (korban) bagian lihat di CCTV, di monitor,” jelas Ruin.
Ruin menuturkan kronologi kejadian. Awalnya Atim melihat aktivitas mencurigakan melalui CCTV. Atim dan seorang sekuriti lainnya, Tihasan atau Bima, kemudian mengejar pelaku hingga terjadi bentrok. Saat itulah terdengar dua kali letusan dari arah pelaku.
“Sampai di situ saya lihat korban ini masih ada, bisa bicara sama saya. Sempat saya angkat, saya dudukin, nggak tahunya ini darah keluar, saya rebahkan lagi,” katanya.
Menurut Ruin, Atim sempat beberapa kali meminta tolong sebelum akhirnya meninggal di tempat kejadian. “Dia juga sempat minta tolong, ya saya tolong. Cuma dia bicara, ‘Bapak tolong saya, Bapak tolong saya,’ tiga kali seperti itu,” tutur Ruin.
Ruin menambahkan bahwa malam itu Atim nekat menabrakkan motornya ke arah pelaku karena emosi melihat aksi pencurian. “Dia sudah emosi. Dia sudah emosi, dia udah ambisi bahwa ini pengin nangkap maling, gitu,” ucapnya.
Pelaku diduga sudah beberapa kali terlihat mondar-mandir di sekitar lokasi sebelum kejadian penembakan.
Pelaku Berhasil Ditangkap Saat Berusaha Kabur
Kabar terbaru menyatakan bahwa pelaku pencurian motor yang menewaskan Atim Suhara telah ditangkap polisi. Pelaku berinisial R ini dibekuk dalam kurun waktu 12 jam setelah kejadian.
“Dalam waktu singkat pelaku penembakan Pam swakarsa di Cakung ditangkap Subdit Resmob Dit Reskrimum Polda Metro Jaya,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Bhudi Hermanto.
Bhudi menjelaskan bahwa R ditangkap saat berusaha melarikan diri ke Lampung. “Pelaku diamankan saat akan kabur ke Lampung, diamankan saat menyeberang di Bakauheni,” ucap dia.
Hingga saat ini, polisi masih melakukan penyelidikan lebih lanjut dan memburu pelaku lainnya yang terlibat, serta berusaha melacak senjata api yang digunakan dalam kejadian tragis ini.
Artikel Terkait
Dari Suara Aneh hingga Laporan Hukum: Kronologi Bocornya CCTV Rumah Inara Rusli
Jangan Beli Buku hingga Jauhkan Sapu: Pantangan Unik Sambut Imlek 2026
Dedi Mulyadi Siapkan 3.000 Lowongan Kerja, Utamakan Lulusan SMK Jabar
Dedi Mulyadi Dikritik Usai Turun Langsung Evakuasi Korban Longsor