Dedi Mulyadi Beri Santunan Rp25 Juta ke Keluarga Korban Kecelakaan Maut Indramayu

- Kamis, 16 Juli 2026 | 14:00 WIB
Dedi Mulyadi Beri Santunan Rp25 Juta ke Keluarga Korban Kecelakaan Maut Indramayu

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mendatangi langsung keluarga korban kecelakaan maut di Jalur Pantura Indramayu yang menewaskan 12 orang. Ia menyerahkan santunan sebesar Rp25 juta kepada setiap keluarga korban.

Kunjungan dilakukan pada Selasa (14/7/2026) sore di Desa Cempeh, Kecamatan Lelea, Kabupaten Indramayu. Didampingi sejumlah pejabat, Dedi tiba menjelang Magrib dan langsung mendatangi rumah salah satu korban untuk menyampaikan belasungkawa.

Dalam kesempatan itu, Dedi berbincang dengan keluarga korban yang meninggal dalam kecelakaan pada Minggu (12/7/2026). Ia menanyakan kronologi kejadian dan memastikan kondisi mereka. "Ini titip buat istri dan anaknya (korban)," ujar Dedi sambil menyerahkan santunan.

Kedatangan Dedi disambut hangat ratusan warga yang memadati sisi jalan. Puluhan personel Polres Indramayu dikerahkan untuk mengamankan jalur rombongan.

Warsem (58), perwakilan keluarga korban, mengapresiasi perhatian Dedi dan Pemprov Jabar. Ia mengaku menerima bantuan Rp50 juta karena dua anggota keluarganya menjadi korban. "Alhamdulillah, kami sangat berterima kasih. Santunan ini rencananya untuk kebutuhan sehari-hari dan biaya sekolah cucu," kata Warsem.

Kepolisian masih mendalami penyebab kecelakaan yang terjadi di Desa Kiajaran Kulon, Kecamatan Lohbener itu. Hasil penyelidikan awal menduga ada pelanggaran lalu lintas. Polisi juga menyoroti penggunaan mobil pikap sebagai angkutan penumpang yang dinilai memperbesar jumlah korban.

Kecelakaan yang melibatkan dua truk dan sebuah mobil pikap itu juga mengakibatkan enam orang luka-luka. Seluruh korban luka telah dievakuasi ke rumah sakit.

Kepala Seksi Pengumpulan dan Pengolahan Data dan Informasi Lalu Lintas Subdit Kecelakaan Ditgakkum Korlantas Polri AKBP Sandhi Wiedyanoe mengatakan penyelidikan dilakukan terpadu oleh Polres Indramayu, Polda Jabar, dan Korlantas. Tim gabungan masih mengumpulkan alat bukti dan keterangan saksi.

Hingga Senin (13/7/2026), penyidik telah memeriksa empat saksi: dua sopir truk yang terlibat dan dua warga di lokasi. "Kami sudah memeriksa empat saksi untuk dimintai keterangan lebih lanjut," ujar Sandhi.

Polisi juga menggelar olah TKP untuk meneliti posisi kendaraan, arah laju, dan pola benturan. Temuan di lokasi akan digunakan untuk merekonstruksi kronologi kecelakaan.

Sandhi menambahkan, enam korban luka masih dirawat di rumah sakit, beberapa di antaranya akan menjalani operasi. Jumlah korban meninggal tercatat 12 orang, sebagian meninggal di lokasi dan sebagian lagi saat mendapat penanganan medis.

"Kecelakaan lalu lintas ini disebabkan pelanggaran, dan penyebab banyaknya korban jiwa ini akibat mobil pikap digunakan tidak sesuai peruntukannya, karena seharusnya dipakai untuk mengangkut barang, bukan orang," kata Sandhi. Polisi masih melanjutkan penyelidikan untuk menentukan bentuk pelanggaran dan pihak yang bertanggung jawab.

Editor: Agus Setiawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags