KPK Sita Emas 2,5 Kg dari Rumah Bupati Sukoharjo Etik Suryani dalam Kasus Pemerasan

- Kamis, 16 Juli 2026 | 14:45 WIB
KPK Sita Emas 2,5 Kg dari Rumah Bupati Sukoharjo Etik Suryani dalam Kasus Pemerasan

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali menggeledah rumah Bupati Sukoharjo nonaktif Etik Suryani pada Kamis (16/7) siang dan menyita emas seberat 2,5 kilogram. Barang bukti itu ditemukan di kediaman Etik di Kampung Jagalan, Kelurahan Bumi, Laweyan. Temuan ini menambah daftar sitaan KPK dalam kasus dugaan pemerasan terhadap sejumlah pegawai.

Sebelumnya, KPK menangkap Etik dalam operasi tangkap tangan (OTT) pekan lalu. Selain Etik, dua orang lain turut ditahan, yaitu Richard Tri Handoko dan Tri Mulyo. Ketiganya kini menjalani pemeriksaan di KPK. Dalam OTT tersebut, tim KPK juga menemukan emas dan mata uang asing yang nilainya ditaksir mencapai miliaran rupiah.

Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK Asep Guntur Rahayu mengungkapkan modus pemerasan yang dilakukan Etik. Ia menggunakan kode khusus kepada anak buahnya untuk meminta setoran uang dari para pegawai. "Di mana bupati sebelumnya juga memerintahkan jajaran BPKAD saat itu, dengan perintah 'ws dilantik ojo mentheleng wae' (sudah dilantik, jangan diam saja). Maksudnya agar pegawai pada BPKAD tersebut memberikan setoran kepada bupati saat itu," jelas Asep dalam konferensi pers di gedung Merah Putih KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Sabtu (11/7/2026).

Praktik korupsi di tingkat pemerintahan daerah masih menjadi masalah serius. Meski OTT dan penindakan hukum terus dilakukan, jumlah kepala daerah yang tersandung kasus korupsi tak kunjung berkurang. Fenomena ini memunculkan pertanyaan mendasar: mengapa korupsi kepala daerah sulit dihentikan dan apa yang belum dibenahi dalam tata kelola pemerintahan daerah?

Kasus Etik Suryani menjadi salah satu contoh bagaimana pemerasan terhadap bawahan seolah menjadi 'budaya' di kalangan tertentu. Sementara itu, kasus lain yang juga menyita perhatian adalah tewasnya seorang ASN BPN Nias, Sumatera Utara, yang jatuh dari lantai 12 sebuah apartemen di Medan. Polisi telah mengamankan dua perempuan yang diduga mengetahui penyebab kejadian tersebut. ASN itu diduga menjadi korban pemerasan oleh dua perempuan yang dikenalnya melalui aplikasi percakapan daring.

Di sisi lain, dunia musik Tanah Air dihibur oleh karya terbaru TheOvertunes. Trio kakak-beradik Mikha Angelo, Reuben Nathaniel, dan Mada Emmanuelle menggandeng Nadin Amizah dalam lagu "Makhluk Cahaya". Lagu ini mengangkat refleksi tentang harapan dan keyakinan bahwa setiap manusia bisa menjadi sumber terang bagi orang lain, bahkan di tengah situasi sulit.

Untuk informasi lebih lengkap, simak tayangan detikSore yang disiarkan langsung setiap Senin-Jumat pukul 15.30-18.00 WIB di 20.detik.com dan TikTok detikcom.

Editor: Redaksi MuriaNetwork

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags