DPR Bentuk Panja Tata Kelola Makan Bergizi Gratis, Soroti Roadmap dan Anggaran

- Kamis, 16 Juli 2026 | 15:24 WIB
DPR Bentuk Panja Tata Kelola Makan Bergizi Gratis, Soroti Roadmap dan Anggaran

Komisi IX DPR RI sepakat membentuk panitia kerja (Panja) tata kelola program Makan Bergizi Gratis (MBG). Keputusan ini diambil dalam rapat dengar pendapat dengan MBG Watch di DPR, Kamis (16/7).

"Kita sudah banyak dengar masukan, input, saran, dan ya terima kasih sudah mau secara gamblang sampaikan apa yang dirasakan dan dipelajari. Tentu ini masukan yang sangat berharga untuk kita ke depan memperbaiki atau membuat program ini menjadi lebih bermanfaat," ujar Wakil Ketua Komisi IX DPR Charles Honoris dalam rapat.

"Seperti yang sudah kita diskusikan tadi, ada kemungkinan dalam waktu dekat kita akan membuat panja. Saya harap bapak ibu, teman-teman MBG Watch bisa hadir juga memberikan masukan dan pandangan dalam panja tata kelola program MBG," tambahnya.

Ditemui usai rapat, Charles menilai pengelolaan MBG saat ini belum disertai dengan peta jalan yang jelas. "Salah satunya karena kita belum melihat ada roadmap yang jelas dalam pelaksanaan program ini. Sehingga harapan kami, dengan adanya Panja tersebut, kita nanti bisa membahas ini jauh lebih spesifik dan komprehensif, dan menghasilkan bukan saja rekomendasi kepada pemerintah, tetapi juga sebuah roadmap bahwa program ini harus dijalankan seperti apa," tuturnya.

Charles menjelaskan, Panja nantinya akan mendalami soal penerima manfaat MBG hingga anggaran yang dibutuhkan. "Jumlah penerima manfaatnya berapa sih sebetulnya? Karena kalau kita mengacu pada tujuan awal program ini memperbaiki kondisi gizi anak, mengurangi angka stunting maka tidak semua anak harus diberikan makan, gitu kan," katanya.

"Bukan 82 juta penerima manfaatnya, tetapi harus dikecilkan sesuai dengan kebutuhan. Kalau tadi menurut Mas Media, angkanya 26 juta anak saja sudah cukup dengan anggaran yang hanya 60-an triliun, dibandingkan dengan anggaran MBG tahun ini yang mencapai sebetulnya 335 triliun ya, tetapi direvisi menjadi 258 triliun," tambahnya.

Charles berharap Panja dapat merincikan hal-hal yang dibutuhkan dalam penyelenggaraan MBG. "Jadi kita berharap dengan adanya Panja tersebut akan ada hal-hal yang lebih spesifik dan komprehensif tentang bagaimana ke depan program ini harus dijalankan," tandasnya.

Editor: Erwin Pratama

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags