Kapolri Dengarkan Keluhan Ojol dan Pecalang di Bali, Janji Atasi Parkir Liar hingga Keamanan

- Kamis, 16 Juli 2026 | 14:40 WIB
Kapolri Dengarkan Keluhan Ojol dan Pecalang di Bali, Janji Atasi Parkir Liar hingga Keamanan

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menggelar dialog langsung dengan komunitas ojek online dan Pecalang di Bali untuk menyerap aspirasi serta keluhan terkait keamanan dan persoalan sehari-hari. Acara silaturahmi bertajuk 'Sabuk Kamtibmas' berlangsung di Cafe B-Lounge, Badung, Kamis (16/7/2026).

"Saya ingin mendengarkan langsung situasi dan kondisi, khususnya terkait keamanan serta pasca-penyesuaian tarif ojek online, maupun hal-hal lain yang bisa kita sampaikan untuk menjadi bahan evaluasi bersama," ujar Jenderal Sigit membuka ruang dialog.

Kapolri menegaskan bahwa masukan dari akar rumput sangat penting bagi jajarannya. "Ada ruang-ruang keamanan yang menjadi perhatian kami. Isu-isu kamtibmas apa yang menjadi keluhan di sini?" tanyanya.

Ketua Manggala Pecalang, Wayan Suarya, menyampaikan rasa bangga atas kesempatan bertatap muka langsung dengan pimpinan tertinggi Polri. Ia menegaskan kesiapan puluhan ribu anggotanya untuk menjaga Bali. "Yakinlah bahwa pecalang siap kapan saja di seluruh desa adat melalui koordinasi dengan Kapolsek dan Dirbinmas. Keberadaan pecalang telah ada sejak sebelum kemerdekaan dan benar-benar menjadi bagian dari perjuangan masyarakat," kata Wayan.

Ia menjabarkan kekuatan Pecalang saat ini mencapai lebih dari 27.000 orang di seluruh Bali. Jumlah ini, menurut Wayan, sangat strategis untuk mempercepat komunikasi keamanan, terlebih personel Polri dinilai selalu proaktif dan menerapkan sistem jemput bola dalam pengamanan.

Keluhan Ojol: Parkir Liar hingga Keamanan Malam

Perwakilan pengemudi ojek online memanfaatkan momen ini untuk mengadukan persoalan riil di jalan raya. Perwakilan Grab mengeluhkan parkir liar tanpa karcis yang menyulitkan klaim pengembalian biaya di aplikasi. "Ada oknum juru parkir yang mengatasnamakan banjar tanpa memberikan karcis, padahal aplikasi mewajibkan adanya karcis sebagai bukti untuk penggantian biaya parkir. Bagaimana jika para pengemudi ojol dapat bekerja sama sehingga parkir dapat digratiskan apabila tidak diberikan karcis?" tuturnya.

Selain itu, ia juga mengeluhkan pengemudi ojol yang kerap diusir saat menurunkan penumpang di kawasan ramai seperti Petitenget, padahal prosesnya hanya memakan waktu sekitar lima menit dan tidak untuk mangkal.

Sementara itu, perwakilan Gojek menyoroti masalah kerawanan malam hari. "Kami berharap ada peningkatan rasa aman pada malam hari, khususnya di jalur Bypass dan kawasan Canggu, mengingat masih adanya kasus penjambretan," ungkapnya.

Menanggapi fenomena kriminalitas yang melibatkan warga negara asing, pihak Manggala Pecalang menambahkan bahwa sinergi antara Polri, Pecalang, dan pihak Imigrasi sejauh ini berjalan efektif untuk mengatasi masalah tersebut di lapangan.

Solusi Konkret dari Kapolri

Mendengar seluruh keluhan, Jenderal Sigit langsung memberikan solusi konkret. Terkait parkir tanpa karcis, ia meminta Kapolda Bali Irjen Pol Daniel Adityajaya segera memimpin pembahasan guna mencapai kesepakatan bersama pihak banjar dan pengelola aplikasi. "Saran saya, mekanismenya diresmikan sehingga biaya parkir dapat direimburse melalui aplikasi," ujar Kapolri.

Menanggapi masalah penjambretan, Kapolri mengajak masyarakat dan ojol memaksimalkan layanan pengadilan 110. "Kami juga sedang mendorong optimalisasi layanan 110. Apabila terjadi pencurian, penjambretan, atau tindak pidana lainnya, masyarakat dapat langsung terhubung dengan anggota Polri. Sebaliknya, apabila ada kejadian apa pun di jalan, layanan ini dapat dimanfaatkan sehingga anggota Polri dapat segera turun ke lapangan," jelasnya.

Menutup sesi dialog, Kapolri menyampaikan apresiasi tinggi atas kolaborasi apik antara 13.000 personel Polda Bali dan lebih dari 27.000 anggota Pecalang adat. Ia mengingatkan bahwa reputasi Bali sebagai destinasi wisata dunia berada di tangan sinergi seluruh elemen. "Keramahan, kebersihan dan keamanan merupakan kunci untuk menjadi tujuan destinasi dan meningkatkan kunjungan wisatawan. Masalah sampah saat ini menjadi PR bersama dan bagaimana kita mewujudkan waste to energy," paparnya. "Mari kita sama-sama jaga Bali agar terus menjadi destinasi wisata utama dan dapat bersaing dengan negara lain," pungkas Jenderal Sigit.

Editor: Dewi Ramadhani

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags