Menhub Tinjau Pelabuhan Celukan Bawang untuk Pecah Kepadatan Penyeberangan Jawa-Bali

- Sabtu, 11 Juli 2026 | 12:54 WIB
Menhub Tinjau Pelabuhan Celukan Bawang untuk Pecah Kepadatan Penyeberangan Jawa-Bali

Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi meninjau langsung Pelabuhan Celukan Bawang di Kabupaten Buleleng, Bali, Kamis (9/7). Langkah ini dilakukan sebagai persiapan menghadapi angkutan Natal 2026 dan Tahun Baru 2027, sekaligus angkutan Lebaran 2027 yang berdekatan dengan Hari Raya Nyepi.

Dudy mengatakan, peninjauan tersebut merupakan bagian dari upaya mengurangi kepadatan di lintas penyeberangan utama Jawa-Bali, Ketapang–Gilimanuk. “Kita perlu mengatasi kepadatan yang terjadi di penyeberangan Ketapang–Gilimanuk. Belajar dari pengalaman di lintas Merak–Bakauheni, kami berpandangan kepadatan harus dipecah melalui pelabuhan alternatif,” ujarnya dalam keterangan resmi, Sabtu (11/7).

Sebelum meninjau Pelabuhan Celukan Bawang, Dudy bertemu dengan Gubernur Bali I Wayan Koster di Gedung Kertha Sabha. Pertemuan itu membahas percepatan penguatan infrastruktur transportasi di Bali, baik di sektor udara maupun laut.

Berdasarkan kajian Kementerian Perhubungan, Pelabuhan Celukan Bawang diproyeksikan menjadi simpul penting distribusi arus penyeberangan dari Jawa menuju Bali. Kajian tersebut mencakup beberapa alternatif lintasan, yaitu Jangkar–Celukan Bawang, Tanjung Wangi–Celukan Bawang, Ketapang–Padang Bai/Gunaksa, dan Ketapang–Benoa.

Dudy kemudian menginstruksikan percepatan kesiapan angkutan Nataru dan Lebaran 2027 kepada PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) dan PT ASDP Indonesia Ferry. “Kami sudah meminta khususnya kepada Pelindo untuk melakukan revitalisasi agar pelabuhan ini dapat melayani penyeberangan dari Pelabuhan Jangkar, Ketapang, maupun Tanjung Wangi di Banyuwangi,” kata Dudy.

Dia mengimbau agar kajian teknis dan pengembangan fasilitas diselesaikan sesuai target waktu yang ditetapkan. “Saya juga meminta Pelindo dan ASDP untuk mengkaji serta menyelesaikan seluruh persiapan sesuai target yang telah ditentukan. Harapannya, pada Desember mendatang Pelabuhan Celukan Bawang sudah dapat membantu memecah arus penyeberangan,” jelasnya.

Lebih lanjut, Dudy menuturkan bahwa Kemenhub juga tengah mengupayakan program water taxi sebagai moda transportasi alternatif untuk mengurangi kepadatan lalu lintas jalan. “Kita sudah menghitung, dari bandara ke Canggu bisa ditempuh sekitar 30 menit. Paling tidak ini dapat mengurangi beban jalan. Animo wisatawan juga cukup tinggi karena memberikan pengalaman perjalanan yang berbeda,” tuturnya.

Di sektor udara, Dudy mengatakan Kemenhub mendorong penguatan konektivitas melalui pengembangan bandara eksisting. Saat ini, jumlah penumpang Bandara I Gusti Ngurah Rai mencapai sekitar 24,9 juta per tahun, melampaui angka sebelum pandemi COVID-19. “Harapannya, melalui pengembangan kapasitas bandara, jumlah tersebut dapat meningkat hingga sekitar 32 juta penumpang sehingga dapat mendukung pemerataan pembangunan,” tutupnya.

Editor: Hendra Wijaya

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags