Asing Masih Jual Bersih Rp1,68 Triliun di Tengah Penguatan IHSG

- Sabtu, 11 Juli 2026 | 13:20 WIB
Asing Masih Jual Bersih Rp1,68 Triliun di Tengah Penguatan IHSG

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil menguat 0,83 persen sepanjang pekan ini, namun di balik kenaikan itu investor asing masih mencatatkan aksi jual bersih (net sell) senilai Rp1,68 triliun di pasar reguler. Data Bursa Efek Indonesia (BEI) menunjukkan sejumlah saham berkapitalisasi besar menjadi sasaran lepas asing.

IHSG ditutup di level 5.924,36 pada perdagangan Jumat (10/7/2026), menguat 0,20 persen di hari terakhir. Kenaikan pekan ini mengakhiri tren pelemahan yang terjadi dalam dua pekan sebelumnya. Meski demikian, tekanan jual asing masih terlihat signifikan.

Saham PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI) menjadi yang paling banyak dilepas asing dengan net sell Rp699,49 miliar. Namun, saham MAPI justru menguat 1,32 persen dalam sepekan ke Rp1.535 per unit. Disusul PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) yang mencatat net sell Rp327,08 miliar, tetapi sahamnya naik 2,95 persen ke Rp2.790.

Investor asing juga melepas saham PT Astra International Tbk (ASII) senilai Rp145,47 miliar. Saham ASII ditutup di Rp4.810 per unit. Sementara PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) mencatat net sell Rp114,69 miliar, namun sahamnya masih menguat 1,75 persen ke Rp4.080.

PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) menjadi satu-satunya saham dalam daftar yang terkoreksi. Net sell asing terhadap TLKM mencapai Rp109,94 miliar, dan sahamnya turun 1,59 persen ke Rp2.480. Sementara PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) mencatat net sell Rp104,79 miliar, dengan kenaikan tipis 0,29 persen ke Rp3.510.

BRI Danareksa Sekuritas menilai penguatan IHSG didukung dominasi saham yang menguat. Namun, nilai transaksi yang lebih rendah dibandingkan hari sebelumnya menunjukkan pelaku pasar masih menunggu katalis baru untuk menentukan arah indeks pada awal pekan depan.

Phintraco Sekuritas memperkirakan ruang penguatan IHSG masih terbatas. Secara teknikal, indeks telah ditutup di atas rata-rata pergerakan (MA) 5 hari dan 10 hari, tetapi masih di bawah MA-20. Stochastic RSI membentuk death cross, sementara histogram MACD masih di area positif. IHSG diperkirakan bergerak sideways pada kisaran 5.800-6.000 pada pekan depan.

Dari sisi global, harga minyak mentah melanjutkan pelemahan tipis seiring meredanya ketegangan geopolitik di Timur Tengah. International Energy Agency (IEA) memproyeksikan permintaan minyak global akan turun untuk pertama kalinya sejak 2020 akibat gangguan produksi dan ekspor di kawasan tersebut.

Sementara dari dalam negeri, prospek konsumsi ditopang perbaikan penjualan otomotif. Penjualan mobil pada Juni 2026 tumbuh 12 persen secara tahunan menjadi 77.550 unit, setelah meningkat 14 persen pada Mei. Secara kumulatif semester I-2026, penjualan mencapai 436.564 unit atau naik 15,9 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Phintraco menilai tren positif ini berpotensi berlanjut seiring sejumlah pameran dan agenda penjualan otomotif dalam beberapa bulan mendatang.

Editor: Agus Setiawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags