Angpao: Lebih dari Sekadar Uang
Lalu, ada tradisi yang paling dinanti-nanti oleh anak-anak dan yang masih lajang: bagi-bagi angpao! Amplop merah berisi sejumlah uang ini bukan sekadar hadiah materi. Pemberiannya punya aturan tak tertulis; umumnya dari mereka yang sudah berkeluarga kepada kerabat yang lebih muda dan belum menikah.
"Memberi angpao itu harapannya sederhana: semoga si penerima menjalani tahun depan dengan lebih bahagia, terlindungi, dan penuh rezeki," begitu kira-kira keyakinan yang dipegang banyak orang.
Jadi, uang di dalamnya memang penting, tapi warna merah amplop dan niat baik yang menyertainya justru yang dianggap membawa berkah.
Kemeriahan di Ruang Publik
Tarian singa atau barongsai adalah pertunjukan publik yang selalu menarik perhatian, dipercaya membawa keberuntungan.
Suasana Imlek tak lengkap tanpa bunyi petasan yang memekakkan telinga dan pertunjukan barongsai yang memukau. Dulu, petasan dinyalakan dengan keyakinan bisa mengusir Nian, monster jahat menurut legenda. Sekarang, fungsinya lebih untuk menyemarakkan suasana.
Sedangkan barongsai, dengan gerakan lincah dan irama gendang yang membahana, biasa digelar di pusat perbelanjaan atau lapangan umum. Setiap gerakannya penuh arti, dan kehadirannya di suatu tempat diyakini bisa menyebarkan energi keberuntungan untuk tahun mendatang.
Jadi, itulah sekelumit tradisi yang menyemarakkan Imlek. Masing-masing bukanlah ritual kosong. Di baliknya, ada harapan akan permulaan baru, rasa syukur, dan doa untuk masa depan yang lebih baik. Menjelang 17 Februari 2026 nanti, semangat itulah yang akan kembali hidup.
Artikel Terkait
Ayah Prada Lucky Diamankan di Pelabuhan, Istri Laporkan KDRT
Janji P3K Berujung Pengkhianatan: Suami Nikahi Rekan Kerja Saat Istri Rawat Ibu Sakit
Tragedi di Minneapolis: Seorang Ibu Tewas Ditembak ICE, Video Bantah Klaim Pembelaan Diri
Gagal Tes Pramugari, Wanita Ini Nekat Terbang Pakai Seragam Palsu