Presiden Prabowo Subianto punya penjelasan soal mengapa pemerintah tak menetapkan status bencana nasional untuk rentetan bencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Ia bilang, keputusan itu diambil setelah menimbang kemampuan negara menangani dampaknya secara keseluruhan. Intinya, pemerintah yakin masih sanggup.
Saat meninjau langsung Kabupaten Aceh Tamiang, Kamis lalu, Prabowo menjawab pertanyaan yang masih mengemuka.
“Jadi saudara-saudara masih ada yang mempersoalkan kenapa tidak bencana nasional ya, masalahnya adalah kita punya 38 provinsi. Masalah ini berdampak di tiga provinsi, masih ada 35 provinsi lain,”
Menurutnya, penetapan status bencana nasional itu harus dilihat dari skala dan cakupannya. Bencana kali ini, meskipun berat, tidak melanda seluruh Indonesia. Selama negara masih punya kapasitas untuk menangani di wilayah terdampak, status itu dianggap belum perlu.
“Jadi kalau sementara kita tiga provinsi ini kita sebagai bangsa, sebagai negara kita mampu menghadapi ya kita tidak perlu menyatakan bencana nasional,”
Namun begitu, Prabowo menegaskan bahwa keputusan ini sama sekali bukan bentuk meremehkan. Situasi di lapangan tetap dipandang sangat serius.
Bukti keseriusan itu, kata dia, terlihat dari kehadiran langsung jajaran kabinet di lokasi. Banyak menteri yang turun untuk memastikan penanganan berjalan optimal.
“Nyatanya dari seluruh kabinet hari ini ada berapa menteri di sini? Iya kan,”
Ia merinci, komitmen itu nyata. Sebagian besar menteri Kabinet Merah Putih saat ini tersebar di wilayah terdampak.
“Dua sedang di Aceh Utara, 10 menteri sedang di Aceh sekarang,”
Masih ada lagi menteri lain yang bertugas di wilayah berbeda. Pemerintah memang harus membagi perhatian, karena persoalan tak cuma ada di Sumatera. Tapi bantuan untuk masyarakat terdampak, dijanjikan akan maksimal.
“Jadi saudara-saudara kita memandang sangat serius dan kita akan habis-habisan untuk membantu ya,”
Itu janji yang diucapkannya untuk menutup penjelasan.
Artikel Terkait
Dari Suara Aneh hingga Laporan Hukum: Kronologi Bocornya CCTV Rumah Inara Rusli
Jangan Beli Buku hingga Jauhkan Sapu: Pantangan Unik Sambut Imlek 2026
Dedi Mulyadi Siapkan 3.000 Lowongan Kerja, Utamakan Lulusan SMK Jabar
Dedi Mulyadi Dikritik Usai Turun Langsung Evakuasi Korban Longsor