Dedi Mulyadi Soroti Estetika, Dukung Penuh Pembongkaran Skywalk Cihampelas
Pemerintah Kota Bandung dapat dukungan mengejutkan terkait rencana kontroversial mereka. Dedi Mulyadi, sosok yang tak asing dengan dinamika kota, secara terbuka mendorong aksi pembongkaran Teras Cihampelas atau yang lebih dikenal sebagai Skywalk Cihampelas. Alasannya sederhana tapi kuat: soal pemandangan.
Menurut Dedi, bangunan itu justru mengganggu estetika kawasan yang sudah mapan. Jalan Cihampelas, selama puluhan tahun, dikenal sebagai urat nadi perekonomian. Ada hotel, pusat perbelanjaan seperti Ciwalk, deretan outlet, dan restoran yang hidup sejak lama. Semua sudah rapi dan berjalan sendiri.
“Cihampelas itu ekonominya sudah mapan. Ada hotel, ada Ciwalk, kemudian outlet, rapi dan restoran ekonominya sudah tumbuh dari dulu tumbuh,” ujarnya.
Namun begitu, kehadiran skywalk dengan pilarnya yang masif justru menutupi semua itu. “Justru dengan adanya Teras Cihampelas ini, mereka itu menjadi tidak kelihatan,” tandasnya.
Dia merasa kawasan itu sebenarnya punya nilai keindahan yang bagus. Tapi teras itu, walau dicat warna-warni, malah merusak pemandangan. Besi-besinya menghalangi mata memandang dan merusak keseluruhan estetika jalan. “Walaupun di cat kanan-kiri berwarna, tetap saja besi-besi itu menjadi penghalang pandangan,” imbuhnya.
Bagi Dedi, solusi setengah hati seperti pengecatan ulang atau perbaikan kecil tak akan menyelesaikan masalah. Sudah dari dulu dia menyampaikan hal ini ke Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan. Dan pilihannya cuma satu.
“Jadi, kalau saya sih ke Pak Wali, sudah bongkar. Enggak ada pilihan. Karena gini, kalaupun misalnya nanti dibikin lagi, di cat lagi, di atas lagi, dibikin jualan lagi, enggak akan lama bertahan,” tegas Dedi.
Di sisi lain, rencana pembongkaran ini sebenarnya sudah diumumkan Farhan sebelumnya. Yang menarik, wali kota sempat berjanji tidak akan membongkar, tapi kemudian berubah pikiran. Alasannya lebih teknis dan berkait aturan.
“Teras Cihampelas itu tidak punya PBG, tidak punya SLF, asli ini mah. Tidak ada PBG-nya, tidak ada Sertifikat Laik Fungsi-nya, jadi memang harus dibongkar,” jelas Farhan.
Jadi, ada dua alasan yang bertemu: satu soal keindahan dan visi tata kota, satunya lagi soal kelengkapan administrasi dan keselamatan bangunan. Keduanya mengarah pada kesimpulan yang sama. Nasib Teras Cihampelas, tampaknya, memang sudah di ujung jalan.
Artikel Terkait
Dari Suara Aneh hingga Laporan Hukum: Kronologi Bocornya CCTV Rumah Inara Rusli
Jangan Beli Buku hingga Jauhkan Sapu: Pantangan Unik Sambut Imlek 2026
Dedi Mulyadi Siapkan 3.000 Lowongan Kerja, Utamakan Lulusan SMK Jabar
Dedi Mulyadi Dikritik Usai Turun Langsung Evakuasi Korban Longsor