Saat ini, perusahaan sedang fokus untuk memastikan keamanan penumpang terdepan dengan meninjau kembali sensor OCS ini.
Sensor tersebut menjadi perhatian utama karena bisa mengakibatkan kantung udara tidak terkembang ketika ada orang yang duduk di kursi depan.
Dealer resmi Toyota akan melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap sensor ini.
Jika diperlukan, mereka akan menggantinya untuk memastikan keamanan pengguna kendaraan.
Informasi lebih lanjut akan diberikan kepada pemilik kendaraan terkait penarikan kembali ini pada bulan Februari 2024 mendatang.
Adapun 1 juta mobil yang akan ditarik Toyota adalah mobil yang dipasarkan di AS. (*)
Artikel ini telah lebih dulu tayang di: ayopalembang.com
Artikel Terkait
BYD Kuasai 60% Pasar Kendaraan Listrik Indonesia, Penjualan Melonjak Lima Kali Lipat
Mitsubishi Fuso Perkuat Layanan 24 Jam dan Jaringan Bengkel untuk Efisiensi Armada
Penjualan Mobil Nasional Anjlok 25% pada Maret 2026, Libur Panjang Jadi Penyebab
DFSK Pamerkan Super Cab dengan Crane dan Gelora E Listrik di Giicomvec 2024