Saat ini, perusahaan sedang fokus untuk memastikan keamanan penumpang terdepan dengan meninjau kembali sensor OCS ini.
Sensor tersebut menjadi perhatian utama karena bisa mengakibatkan kantung udara tidak terkembang ketika ada orang yang duduk di kursi depan.
Dealer resmi Toyota akan melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap sensor ini.
Jika diperlukan, mereka akan menggantinya untuk memastikan keamanan pengguna kendaraan.
Informasi lebih lanjut akan diberikan kepada pemilik kendaraan terkait penarikan kembali ini pada bulan Februari 2024 mendatang.
Adapun 1 juta mobil yang akan ditarik Toyota adalah mobil yang dipasarkan di AS. (*)
Artikel ini telah lebih dulu tayang di: ayopalembang.com
Artikel Terkait
Dari Bensin ke Listrik: Kisah Driver Ojol yang Hemat Rp 45 Ribu Sehari
Hyundai Creta Alpha Meluncur, Tampil Garang dengan Sentuhan Hitam Dominan
Pasar Otomotif Indonesia 2026: Gelombang Baru Merek Premium dan Listrik Siap Serbu
Geliat Otomotif 2026: Gelombang Mobil Listrik dan Hybrid Siap Serbu Pasar Indonesia