Ketekunan Rina sejak 2009 akhirnya berbuah manis. National Paralympic Committee (NPC) Indonesia melirik bakatnya dan pada 2019, ia mendapat panggilan pelatnas. Hanya dalam waktu tiga tahun, Rina membuktikan diri sebagai atlet kelas dunia.
Puncak prestasinya terjadi pada BWF Para‑Badminton World Championships 2022 di Tokyo, di mana ia sukses menyabet medali emas untuk nomor tunggal putri SH6 dan ganda campuran SH6 bersama Subhan. Di tahun yang sama, ia juga meraih medali emas Asian Para Games 2022 untuk ganda campuran SH6 dan medali perak untuk tunggal putri.
Perjuangan panjangnya, termasuk berlatih dengan peralatan seadanya, akhirnya mengantarkannya ke podium juara. "Orang tua saya sangat bangga dan belum percaya kalau saya ada di titik sekarang ini. Nggak pernah terpikirkan bakal jadi seperti ini," ujar Rina dengan haru.
Target Rina Marlina di Polytron Indonesia Para Badminton International 2025
Perjuangan Rina terus berlanjut. Saat ini, atlet 32 tahun tersebut menargetkan medali emas di tanah kelahirannya sendiri pada ajang Polytron Indonesia Para Badminton International 2025. Ia turut serta dalam dua kategori: XD SH6 (berpasangan dengan Subhan) dan WS SH6.
Rina menyambut positif kenaikan level turnamen ini menjadi Grade 2 Level 1, yang menandakan persaingan yang lebih ketat. Meski demikian, ia tetap optimis dapat memberikan yang terbaik.
"Dengan adanya peningkatan level turnamen, persaingan sekarang makin ketat. Targetnya mudah-mudahan saya bisa menyumbangkan medali emas buat di event sekarang," tandas Rina Marlina penuh semangat.
Artikel Terkait
Jonatan Christie Tersingkir di Perempat Final Badminton Asia Championships 2026
Timnas Futsal Indonesia Hadapi Tekanan dan Harapan Jelang Semifinal Lawan Vietnam
Barcelona Tunda Pergerakan untuk Leao, Fokus Selesaikan Transfer Rashford
Lima Wakil Indonesia Bertarung di Perempat Final Badminton Asia Championship 2026