Tim Panjat Tebing Indonesia Kirim 10 Atlet ke World Climbing Series Chamonix

- Selasa, 07 Juli 2026 | 18:18 WIB
Tim Panjat Tebing Indonesia Kirim 10 Atlet ke World Climbing Series Chamonix

Pengurus Pusat Federasi Panjat Tebing Indonesia (PP FPTI) memberangkatkan 10 atlet untuk berlaga di World Climbing Series Chamonix 2026 di Prancis, yang akan berlangsung pada 10-12 Juli. Dari jumlah tersebut, tujuh atlet turun di nomor speed dan tiga di nomor lead.

Manajer Timnas Panjat Tebing Indonesia, Wahyu Pristiawan Buntoro, mengungkapkan bahwa komposisi atlet speed yang tampil di Chamonix sama dengan yang berlaga di seri Krakow, Polandia, pada 3-5 Juli. Karena itu, mereka langsung bertolak ke Prancis tanpa kembali ke Indonesia. "Sementara tim lead dan saya berangkat dari Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Banten, ke Chamonix pada Rabu (8/7)," kata pria yang akrab disapa Pristiawan tersebut.

Empat atlet speed putra yang memperkuat Indonesia adalah Veddriq Leonardo, Raharjati Nursamsa, Aditya Tri Syahria, dan Antasyafi Robby Al Hilmi. Sementara di sektor putri, ada Desak Made Rita Kusuma Dewi, Raji'ah Sallsabillah, dan Kadek Adi Asih. Untuk nomor lead, Indonesia menurunkan Putra Tri Ramadani yang biasa disapa Srondeng, Ravianto Ramadhan, serta satu atlet putri, Alma Ariella Tsany.

Ketiga atlet lead tersebut merupakan pemanjat yang telah lolos untuk memperkuat Indonesia pada Asian Games 2026 Aichi-Nagoya di Jepang, September mendatang. "Chamonix menjadi kesempatan penting untuk menambah pengalaman bertanding ketiganya sebelum ke Asian Games," ujar Wahyu yang juga menjabat Sekretaris Umum PP FPTI. Ia menambahkan, masing-masing tim didampingi seorang pelatih selama turnamen.

Menjaga Konsistensi dan Jam Terbang

Keikutsertaan Indonesia di seri Chamonix diharapkan menjadi momentum untuk menjaga konsistensi performa atlet speed di level dunia, sekaligus memberikan jam terbang internasional bagi atlet lead menjelang Asian Games 2026 dan kejuaraan lain dalam kalender Federasi Panjat Tebing Internasional (IFSC). Sebelumnya, pada seri Krakow yang hanya mempertandingkan disiplin speed, timnas panjat tebing Indonesia membawa pulang empat medali: satu emas, satu perak, dan dua perunggu.

Bintang utama Indonesia di Krakow adalah Desak Made Rita Kusuma Dewi asal Bali. Ia menyabet satu emas di nomor individu putri dan satu perak saat berpasangan dengan Antasyafi Robby Al Hilmi dalam nomor estafet campuran (mixed relay). Tidak hanya itu, Desak juga menyumbang satu perunggu saat berpasangan dengan Raji'ah Sallsabillah di nomor estafet putri. Satu perunggu lainnya ditorehkan Raharjati Nursamsa lewat nomor individu putra.

Editor: Erwin Pratama

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags