Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI) melakukan perombakan di sektor ganda putri dan ganda campuran. Langkah ini diambil setelah evaluasi menyeluruh terhadap performa para pemain, dengan tujuan memperkuat daya saing tim nasional di level internasional.
Di sektor ganda campuran, Apriyani Rahayu yang sebelumnya bermain di ganda putri bersama Lanny Tria Mayasari kini berduet dengan Dejan Ferdinansyah. Dejan sebelumnya berpasangan dengan Bernadine Anindita Wardana. Kepala Pelatih Ganda Campuran PP PBSI, Rionny Mainaky, mengatakan perubahan ini didasari oleh evaluasi terhadap performa pasangan Apriyani/Lanny yang belum mencapai level yang diharapkan.
“Setelah melakukan evaluasi secara menyeluruh, kami melihat kondisi dan performa pasangan Apriyani Rahayu/Lanny Tria Mayasari saat ini belum berada pada level yang kami harapkan. Karena itu, kami mencoba mencari solusi terbaik agar potensi Apriyani sebagai atlet bisa dimaksimalkan sekaligus menjawab kebutuhan tim di sektor ganda campuran,” ujar Rionny.
Menurut Rionny, Apriyani memiliki modal kuat untuk beradaptasi di ganda campuran. Ia dinilai memiliki kemampuan membaca permainan yang baik, mampu menjadi playmaker, memiliki jangkauan lapangan luas, serta kuat dalam transisi bertahan dan menyerang. Dari sisi pengalaman dan mental bertanding, Apriyani juga sudah terbukti mampu tampil di pertandingan-pertandingan besar.
Sementara itu, Dejan Ferdinansyah dinilai memiliki kualitas sebagai pemain belakang dengan kekuatan serangan yang baik serta kemampuan mengatur ritme permainan. “Kami melihat karakter bermain mereka saling melengkapi sehingga diharapkan dapat membentuk pasangan yang solid dan kompetitif,” tambah Rionny.
Ester Nurumi Beralih ke Ganda Putri
PBSI juga menata sektor ganda putri dengan memproyeksikan Ester Nurumi Tri Wardoyo untuk beralih dari tunggal putri dan berpasangan dengan Lanny Tria Mayasari. Kepala Pelatih Ganda Putri PP PBSI, Karel Mainaky, mengatakan langkah ini merupakan bagian dari upaya memperkuat kedalaman skuad ganda putri Indonesia.
“Saat ini kami sudah memiliki tiga pasangan utama yang menunjukkan konsistensi prestasi. Namun, kami juga harus menyiapkan pelapis yang memiliki kualitas untuk bersaing di level internasional. Dari hasil evaluasi bersama tim pelatih tunggal putri, kami melihat potensi Ester akan lebih optimal jika diarahkan ke sektor ganda putri,” kata Karel.
Menurut Karel, karakter permainan Ester memiliki banyak keunggulan yang sesuai dengan kebutuhan ganda putri modern, seperti power dari belakang, smash kuat, penempatan bola akurat, serta kemampuan bergerak dan melakukan transisi yang baik. Lanny dipilih sebagai pasangan karena memiliki kemampuan sebagai playmaker di depan, mampu mengatur tempo dan membuka peluang serangan. “Kami berharap perpaduan kekuatan Ester di belakang dengan kreativitas Lanny di depan dapat berkembang menjadi pasangan yang kompetitif,” ujarnya.
Baik pasangan Apriyani/Dejan maupun Ester/Lanny akan menjalani periode evaluasi di sejumlah turnamen internasional. Apriyani/Dejan akan dievaluasi setelah enam turnamen, sedangkan Ester/Lanny setelah lima turnamen. “Kami ingin memberikan waktu yang cukup kepada setiap pasangan untuk beradaptasi. Evaluasi akan dilakukan secara objektif, mulai dari chemistry, pola komunikasi, adaptasi taktis, hingga konsistensi performa di pertandingan. Hasil evaluasi tersebut akan menjadi dasar dalam menentukan kelanjutan program dan arah pembinaan berikutnya,” kata Rionny.
“Kami juga akan melihat perkembangan Ester dan Lanny secara menyeluruh selama lima turnamen. Fokus kami bukan hanya hasil pertandingan, tetapi juga perkembangan kerja sama, adaptasi teknis, dan potensi mereka sebagai pasangan jangka panjang,” timpal Karel.
Artikel Terkait
Suporter Jepang Mulai Padati Stadion Jelang Laga Hidup Mati Lawan Brasil
Jerman Hadapi Paraguay di Babak 32 Besar Piala Dunia 2026, Nagelsmann Tak Merasa Tertekan
Brasil vs Jepang di Babak 32 Besar Piala Dunia 2026: Duel Klasik Penuh Gengsi
RB Leipzig Tegaskan Yan Diomande Tidak Dijual Musim Panas Ini