Tim nasional Uzbekistan harus mengakhiri perjalanan di Piala Dunia 2026 dengan cara yang memalukan. Di bawah arahan pelatih Fabio Cannavaro, Serigala Putih menjadi juru kunci Grup K setelah kalah dalam tiga pertandingan fase grup tanpa meraih satu poin pun. Gawang mereka kebobolan 11 kali dan hanya mampu mencetak dua gol.
Cannavaro, yang merupakan legenda sepak bola Italia dan juara Piala Dunia 2006, langsung menjadi sorotan. Ia bahkan masih terlihat tersenyum setelah kepastian tersingkir, yang memicu kritik. "Anda pikir saya tidak gugup, saya tidak marah? Saya merasa tidak enak karena saya tidak suka kalah," ujarnya membela diri, dikutip dari BeIN Sports.
Hasil ini jauh dari ekspektasi Asosiasi Sepak Bola Uzbekistan (UFA) yang menunjuk Cannavaro setahun sebelum turnamen dengan harapan reputasinya bisa membawa prestasi tinggi. Langkah itu dilakukan dengan menggeser Timur Kapadze, pelatih yang justru berhasil meloloskan Uzbekistan ke putaran final.
Kapadze memiliki rekam jejak gemilang: ia membawa Uzbekistan lolos ke Piala Dunia 2026, Olimpiade Paris 2024, meraih medali perak Asian Games 2023, dan juara CAFA 2025. Namun, setelah Cannavaro datang, Kapadze memilih mundur dari staf kepelatihan. "Asosiasi Sepak Bola Uzbekistan telah menandatangani kontrak dengan Fabio Cannavaro - seorang spesialis ternama, peserta Piala Dunia FIFA tiga kali, juara Piala Dunia 2006, dan salah satu bek terbaik di era modern," demikian pernyataan UFA saat menunjuk Cannavaro pada 6 Oktober 2025.
Meski bersinar sebagai pemain, karier kepelatihan Cannavaro kurang mentereng. Sebelum menangani Uzbekistan, ia hanya pernah melatih beberapa klub di China, Udinese, Benevento, dan Dinamo Zagreb. Kini, ia harus memikul tanggung jawab atas kegagalan total tim yang sebelumnya dibangun dengan kokoh oleh pendahulunya.
Artikel Terkait
Marc Marquez Desak Perubahan Gravel Assen Usai Rentetan Kecelakaan Parah
Marc Marquez Desak Perbaikan Gravel di Sirkuit Assen Usai Rentetan Kecelakaan
Brasil vs Jepang di Babak 32 Besar Piala Dunia 2026: Favorit Berhadapan dengan Tim yang Tak Lagi Gentar
Brasil vs Jepang: Ujian Sesungguhnya di Babak 32 Besar Piala Dunia 2026