Ditinggal Suami Usai Lolos PPPK, Kisah Istri di Aceh Singkil yang Setia dari Nol Kini Terusir

- Rabu, 22 Oktober 2025 | 08:45 WIB
Ditinggal Suami Usai Lolos PPPK, Kisah Istri di Aceh Singkil yang Setia dari Nol Kini Terusir
Kronologi Istri di Aceh Singkil Diceraikan Suami Lolos PPPK - Kisah Pengkhianatan Setelah Perjuangan dari Nol

Kisah Pilu Fitri: Diceraikan Suami Lolos PPPK di Aceh Singkil Setelah Setia Temani dari Nol

Seorang istri di Aceh Singkil, Fitri, viral di media sosial setelah diceraikan suaminya yang baru saja lolos seleksi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK). Kisah pernikahan mereka yang telah berjalan selama 5 tahun kandas tepat sebelum sang suami resmi dilantik.

Kronologi Perceraian Akibat Lolos PPPK

Peristiwa perceraian ini berawal dari pertengkaran kecil pada 14 Agustus, ketika suami Fitri pulang kerja dan marah karena tidak menemukan lauk di meja makan. Padahal, saat itu kondisi keuangan keluarga sangat sulit.

"Hari itu tanggal 14 Agustus, dia pulang kerja, sudah sore, terus dia marah-marah gitu, tidak ada kawan nasi (lauk) di rumah. Karena bagaimana saya harus masak nasi atau kawan nasi sedangkan apa pun tidak ada di rumah," ujar Fitri.

Suami Fitri terus meluapkan kemarahannya dengan kata-kata kasar yang merendahkan martabatnya. Keesokan harinya, pertengkaran semakin memanas hingga Fitri membalas ucapan suaminya.

Talak Dijatuhkan Saat Mencuci Piring

Saat Fitri sedang mencuci piring, suaminya diam-diam mengemas pakaian dan pergi meminjam sepeda motor tetangga. Setibanya di rumah, pria itu langsung menjatuhkan talak.

"Dia langsung bilang ke saya, kamu Fitri saya ceraikan 1, 2, 3 lalu dia pergi membawa bajunya," ungkap Fitri dengan lirih.

Pengkhianatan Setelah Bantu Persiapan Pelantikan PPPK

Yang membuat kisah ini semakin menyedihkan, Fitri ternyata yang membelikan seragam dan atribut Korpri untuk pelantikan suaminya sebagai PPPK. Semua perlengkapan itu dibeli dari hasil berjualan cabai dan sayuran di pasar.

"Baju pelantikan itu saya yang belikan dari hasil jualan. Dia yang pesan di Shopee tapi saya yang disuruh bayar, ya uangnya dari hasil jual gorengan. Saya bantu dia dari nol, dari belum kerja sampai bisa lulus PPPK. Tapi justru saya ditinggal sebelum dia menerima SK," tutur Fitri.

Hidup Susah Pasca Perceraian

Dua bulan setelah diceraikan, Fitri harus bertahan hidup dengan berjualan gorengan dan minuman seharga seribu rupiah di depan rumahnya. Dari penghasilan sederhana itu, ia masih harus mencukupi kebutuhan hidup kedua anaknya yang masih kecil.

Mediasi Gagal dan Dukungan dari Organisasi Perempuan

Fitri dan suaminya telah melakukan mediasi disaksikan orang tua dan Kepala Desa, namun sang suami tetap bersikeras untuk menceraikannya. Bahkan terungkap bahwa suaminya sudah ingin menceraikannya sejak lama.

Kasus ini mendapat perhatian dari Gerakan Nasional Perlindungan Perempuan dan Anak (Germas PPA). Wakil Ketua Umum Germas PPA, Rica Parlina, menyatakan kesiapan memberikan pendampingan hukum dan psikologis kepada Fitri dan anak-anaknya.

"Kami akan berjuang bersama AMSA dan pihak terkait agar suami Ibu Fitri mendapat pelajaran yang setimpal. Kami ingin memastikan Ibu Fitri dan anak-anaknya mendapatkan keadilan dan perlindungan," ujar Rica Parlina.

Penutup: Tekad Seorang Perempuan Kuat

Meski mengalami pengkhianatan, Fitri menegaskan tidak akan kembali jika suatu hari suaminya ingin rujuk. Ia berharap kisahnya bisa menjadi pelajaran tentang pentingnya menghargai perjuangan seorang istri.

"Saya tidak malu. Saya cuma ingin dihargai. Saya bukan istri yang minta lebih, saya cuma ingin dihormati sebagai perempuan yang sudah berjuang," tegas Fitri.

Editor: Redaksi MuriaNetwork

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar

Terpopuler