Pebalap Ducati Lenovo, Marc Marquez, mendesak perubahan pada area gravel di Sirkuit TT Assen setelah serangkaian kecelakaan keras mewarnai MotoGP Belanda 2026. Menurutnya, zona run-off yang ada saat ini terlalu berbahaya dan membuat pebalap mudah terpental saat terjatuh dengan kecepatan tinggi.
Rentetan insiden sepanjang akhir pekan di Assen menimbulkan kekhawatiran serius terkait keselamatan. Beberapa pebalap harus menjalani perawatan medis intensif. Yang paling parah adalah Fermin Aldeguer, yang mengalami patah tulang belakang saat sesi latihan dan dipastikan absen hingga akhir musim panas. Sementara itu, Marco Bezzecchi mengalami kecelakaan keras pada lap kedua balapan utama dan sempat dilarikan ke rumah sakit, meski akhirnya dipastikan tidak cedera serius.
Baik Aldeguer maupun Bezzecchi sama-sama terguling beberapa kali setelah meluncur ke area gravel akibat terjatuh dalam kecepatan tinggi. Marc Marquez sendiri sempat mengalami kecelakaan ringan di Turn 16 pada sesi latihan bebas pertama, dan mengaku menjadikan Assen sebagai seri bertahan hidup karena karakter sirkuit yang kurang cocok dengan fisiknya.
Sorotan Keselamatan dari Marc Marquez
Usai balapan, juara dunia delapan kali itu kembali menyoroti aspek keselamatan di Sirkuit TT Assen, khususnya kondisi area luar lintasan.
"Assen adalah sirkuit yang sangat bagus," kata Marquez, Senin (29/06/2026). "Saya sudah mengatakannya tahun lalu dan saya akan mengatakannya lagi tahun ini. Mereka harus melakukan sesuatu terhadap area run-off karena setiap pebalap yang masuk ke gravel dengan kecepatan tinggi akan terpental."
Menurut Marquez, otoritas sirkuit perlu segera mencari solusi agar kecelakaan di area gravel tidak berujung pada benturan berulang yang berpotensi menyebabkan cedera fatal. "Saya tidak tahu apa solusi terbaiknya. Namun, pada hari Jumat kita melihat Fermin mengalami cedera. Itu sebenarnya kecelakaan yang normal, tetapi ketika masuk ke gravel dia menghantam permukaan beberapa kali," ujarnya.
"Hari ini Bezzecchi juga mulai terguling ketika masuk ke gravel. Jadi mereka harus memahami apa yang perlu diperbaiki," pungkas Marquez.
Artikel Terkait
Hong Kong Raih Peringkat Kedua Destinasi Wisata Ramah Muslim Non-OKI
Polri: Platform Digital yang Kuasai Aset Nasabah Secara Sepihak Bisa Dipidana
Giorgio Antonio Bela Sarwendah dari Kritikan, Warganet Justru Minta Dia Tak Sok Pahlawan
Wamendagri: Ketangguhan Kota Hadapi Bencana Tergantung Kualitas Sistem