Aljazair Lolos ke 32 Besar Piala Dunia 2026 Usai Imbang Dramatis Lawan Austria

- Minggu, 28 Juni 2026 | 11:45 WIB
Aljazair Lolos ke 32 Besar Piala Dunia 2026 Usai Imbang Dramatis Lawan Austria

Tim nasional Aljazair memastikan langkah ke babak 32 besar Piala Dunia 2026 setelah bermain imbang 3-3 melawan Austria dalam laga pamungkas Grup J di Stadion GEHA Field, Kansas City, Amerika Serikat, Minggu (28/6) dini hari WIB. Hasil ini membuat Aljazair akan menghadapi Swiss di fase gugur.

Pertandingan berlangsung sengit dengan aksi saling balas gol. Marko Arnautović membawa Austria unggul pada menit ke-28 sebelum disamakan oleh aksi individu Rafik Belghali di masa tambahan waktu babak pertama. Marcel Sabitzer kembali membuat Austria memimpin pada menit ke-55, tetapi Riyad Mahrez menyamakan skor menjadi 2-2 di menit ke-60 memanfaatkan umpan Houssem Aouar.

Memasuki masa injury time babak kedua, Mahrez mencetak gol keduanya untuk membawa Aljazair unggul. Namun, sundulan Sasa Kalajic di detik-detik akhir menyelamatkan Austria dari kekalahan. Keberhasilan lolos ke fase gugur ini menjadi capaian kedua dalam sejarah sepak bola Aljazair setelah edisi Piala Dunia 2014.

Sebelum laga krusial ini, pelatih Aljazair Vladimir Petkovic menerapkan strategi baru. Ia merombak susunan pemain ke formasi klasik 4-2-3-1 dan memasang kiper Oussama Benbot untuk menggantikan Luca Zidane yang tampil kurang meyakinkan di awal turnamen.

Petkovic menegaskan bahwa timnya memiliki ambisi besar yang melampaui sekadar kelolosan dari fase grup.

"Toutes les équipes ayant atteint les seizièmes de finale ont trouvé le moyen de se qualifier. Certaines abordent cette étape avec l'envie de poursuivre l'aventure, tandis que d'autres se contentent peut-être simplement d'être arrivées jusque-là. De notre côté, toutefois, nous avons la ferme intention d'aller plus loin," kata Vladimir Petkovic.

Ia juga menambahkan pandangannya mengenai peta persaingan dan tekanan yang dihadapi oleh tim-tim besar yang lebih difavoritkan dalam turnamen ini.

"Certes, il existe des équipes plus fortes, mais rien n'est jamais acquis : le statut de favori ne garantit pas automatiquement la victoire face à un adversaire jugé plus faible. Si les favoris doivent composer avec des attentes élevées et une pression accrue, d'autres équipes peuvent jouer plus librement et, peut-être, exprimer plus efficacement leur style de jeu," kata Vladimir Petkovic.

Editor: Redaksi MuriaNetwork

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags