Turki Tersingkir dari Piala Dunia 2026 Usai Takluk 1-0 dari Paraguay

- Sabtu, 20 Juni 2026 | 13:00 WIB
Turki Tersingkir dari Piala Dunia 2026 Usai Takluk 1-0 dari Paraguay

Harapan Turki untuk berlaga di Piala Dunia 2026 pupus sudah setelah mereka takluk 1-0 dari Paraguay dalam laga kedua Grup D yang berlangsung di Stadion San Fransisco Bay Area, Sabtu (20/6). Kekalahan ini terasa semakin pahit karena Turki harus bermain dengan keunggulan jumlah pemain hampir sepanjang babak kedua, namun tetap gagal mencetak gol balasan.

Pertandingan baru berjalan kurang dari dua menit ketika Paraguay berhasil memecah kebuntuan. Serangan cepat yang dibangun melalui kombinasi umpan pendek berakhir di kaki Matias Galarza. Gelandang Paraguay itu melepaskan tembakan kaki kiri yang meluncur deras ke sudut gawang, tak mampu dijangkau kiper Ugurcan Cakir. Gol tersebut tidak hanya membawa Paraguay unggul, tetapi juga mencatatkan sejarah baru sebagai gol tercepat sepanjang Piala Dunia 2026, melampaui rekor sebelumnya yang dipegang pemain Maroko, Ismael Saibari.

Tersengat gol cepat lawan, Turki berusaha mengambil kendali permainan. Pasukan asuhan Vincenzo Montella lebih banyak menguasai bola dan terus mencari celah untuk menyamakan kedudukan. Peluang emas pertama hadir pada menit ke-35. Mert Muldur berhasil menyambut umpan tendangan bebas dengan sundulan keras dari dalam area penalti, namun bola hanya menghantam mistar gawang sehingga skor tetap tidak berubah.

Paraguay membalas ancaman dua menit kemudian. Juan Caceres menyambut umpan terobosan di sisi kanan dan melepaskan penyelesaian yang memaksa Cakir melakukan penyelamatan penting. Menjelang turun minum, tensi pertandingan semakin meningkat. Pada menit ke-40, para pemain Turki meminta hadiah penalti setelah Kerem Akturkoglu terjatuh di kotak terlarang, namun wasit bergeming dan memerintahkan pertandingan tetap dilanjutkan.

Drama terbesar terjadi pada masa injury time babak pertama. Miguel Almiron diganjar kartu merah langsung setelah wasit menilai dirinya melontarkan ucapan tidak pantas sambil menutupi mulutnya. Paraguay pun harus melanjutkan pertandingan dengan 10 pemain. Situasi tersebut semestinya menjadi keuntungan besar bagi Turki, namun hingga babak pertama berakhir, mereka gagal memaksimalkan superioritas jumlah pemain.

Selepas jeda, dominasi Turki semakin terlihat. Serangan demi serangan terus dilancarkan ke jantung pertahanan Paraguay. Meski demikian, rapatnya lini belakang lawan membuat peluang yang tercipta selalu berakhir sia-sia. Peluang terbaik Turki di babak kedua datang pada menit ke-80. Merih Demiral menerima umpan matang di dalam kotak penalti, tetapi penyelesaian akhirnya justru melambung jauh di atas mistar.

Menit ke-89 menjadi momen yang nyaris mengubah jalannya pertandingan. Can Uzun melepaskan tembakan berbahaya ke arah gawang Paraguay, namun Orlando Gill tampil gemilang dengan melakukan penyelamatan krusial. Bola liar kemudian disambar Deniz Gul, sayangnya upaya lanjutan tersebut hanya melintas tipis di samping gawang dan membuat pendukung Turki kembali menahan kecewa. Tekanan Turki terus berlanjut hingga masa tambahan waktu, namun Paraguay menunjukkan disiplin luar biasa dalam bertahan. Hingga peluit panjang dibunyikan, skor 1-0 tetap bertahan untuk kemenangan wakil Amerika Selatan tersebut.

Kekalahan ini menjadi hasil buruk kedua yang diterima Turki di Grup D dan memastikan mereka tersingkir dari persaingan Piala Dunia 2026. Turki kini terbenam di dasar klasemen tanpa poin. Sementara itu, Paraguay naik ke posisi ketiga dengan koleksi tiga poin, sejajar dengan Australia yang berada di peringkat kedua. Puncak klasemen Grup D masih ditempati Amerika Serikat dengan enam poin.

Dalam laga tersebut, Turki menurunkan formasi 4-2-3-1 dengan Ugurcan Cakir sebagai penjaga gawang, serta lini depan yang diisi oleh Mert Muldur, Merih Demiral, Abdülkerim Bardakci, dan Ferdi Kadioglu. Sementara itu, Paraguay bermain dengan formasi 4-4-2 yang diperkuat oleh Orlando Gill di bawah mistar, serta duet penyerang Julio Enciso dan Isidro Pitta.

Editor: Erwin Pratama

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar