SEOUL – Kabar mengejutkan datang dari jagat voli Asia. Megawati Hangestri Pertiwi, atau yang akrab disapa “Megatron”, belum diumumkan secara resmi oleh Hyundai E&C Hillstate. Tapi, namanya sudah terpampang di daftar pemain klub untuk musim 2026/2027. Ini bukan sekadar gosip. Ini sinyal yang bikin JungKwanJang Red Sparks, mantan klubnya, mulai deg-degan.
Megawati terdaftar sebagai opposite di susunan pemain itu. Artinya, dia masih jadi primadona di Negeri Ginseng. Setelah dua musim yang luar biasa, nilai pasarnya meroket. Kini publik penasaran: berapa nominal kontrak yang akan dia bubuhkan di atas kertas? Semua masih menunggu.
Bocoran dari Volleybox
Data dari Volleybox per 30 April 2026 menunjukkan nama Megawati sudah masuk dalam tujuh pemain inti Hyundai Hillstate. Tapi, ada yang aneh. Dia satu-satunya yang belum diperkenalkan secara resmi oleh klub. Nomor punggungnya pun masih misteri. Media sosial Hyundai? Sepi. Tidak ada pengumuman resmi.
Volleybox, platform database voli global yang terkenal akurat, sering “mencuri start” soal transfer pemain bintang. Mereka kerap membocorkan informasi sebelum pengumuman resmi keluar. Ketertarikan Hyundai Hillstate pada Megawati sebenarnya bukan hal baru. Sejak akhir musim 2024/2025, klub juara ini sudah mati-matian merekrutnya. Bahkan, sempat ada rencana pertukaran pemain dengan Red Sparks. Tapi, gagal.
Di sisi lain, Megawati sempat memilih tantangan di Liga Turki. Namun, magnet Liga Voli Korea ternyata lebih kuat. Pelatih Hyundai Hillstate, Kang Sung-hyun, bahkan memantau langsung aksinya di final Proliga 2026. Itu bukan kebetulan. Semua mengarah pada satu kesimpulan: kesepakatan sudah di tahap final.
Statistik “Gila” Sang Megatron
Perdebatan soal kepindahannya memang ramai. Tapi, statistik Megawati di lapangan bicara lebih keras. Selama dua musim di Korean V-League, dia tampil dalam 67 pertandingan. Total poinnya? 1.538 poin. Itu bukan angka biasa. Tingkat keberhasilan serangannya mencapai 46,01 persen. Dia bukan sekadar produktif; dia mematikan.
Kontribusinya juga terasa nyata. Di musim debutnya (2023/2024), dia membawa Red Sparks ke babak playoff untuk pertama kalinya dalam tujuh tahun. Lalu, musim 2024/2025 jadi lebih bersejarah. Dia mengantar timnya ke final sesuatu yang gagal diraih klub itu selama 13 musim. Bayangkan, 13 tahun tanpa final, lalu dia datang dan semuanya berubah.
Menurut sejumlah saksi di lapangan, permainan Megawati memang punya aura berbeda. Dia tidak hanya kuat, tapi juga cerdas membaca situasi. Itu yang bikin dia sulit dihentikan.
Sekarang, bola panas ada di tangan Hyundai E&C Hillstate. Akankah mereka segera meresmikan statusnya? Atau masih akan menunggu? Yang jelas, kembalinya Megawati Hangestri bakal jadi magnet terbesar. Dia bisa menghidupkan lagi gairah Liga Voli Korea musim 2026/2027. Dan kita semua, tinggal menonton.
Artikel Terkait
Kiandra Ramadhipa dan Veda Ega Pratama: Dua Talenta Muda Indonesia Bersaing Menuju MotoGP
Megawati Hangestri Mundur dari Timnas Voli Putri demi Fokus Karier di Klub Korea
Rizky Ridho Beri Kode Tinggalkan Persija, Bek Timnas Indonesia Incar Klub Eropa
Persib Bandung Incar Bomber Irak Aymen Hussein untuk Atasi Krisis Lini Depan