Derbi Jatim Berujung Petaka, Hansamu Jadi Bulan-Bulanan
HARIAN, BALI – Kekalahan telak Arema FC dari Persebaya Surabaya dengan skor 0-4 di Derbi Jawa Timur langsung memicu reaksi keras dari suporter. Hansamu Yama Pranata dituding Aremania sebagai biang kerok kekalahan tersebut. Di sisi lain, Bonek justru ikut-ikutan menyindir dengan nada sarkastik di media sosial.
Pertandingan digelar di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Selasa (28/4/2026). Babak pertama sebenarnya berjalan cukup seimbang. Arema FC sempat menciptakan beberapa peluang lewat Gustavo Franca Amadio dan Dalberto Luan Belo, tapi belum ada yang berbuah gol.
Persebaya juga belum tampil efektif di 45 menit pertama. Hanya satu peluang dari Paulo Domingos Gali Da Costa Freitas yang mengancam, namun belum mampu mengubah skor. Hingga turun minum, kedua tim masih bermain imbang tanpa gol.
Memasuki babak kedua, segalanya berubah drastis. Persebaya langsung menekan dan membuka keunggulan lewat Francisco Israel Rivera Davalos pada menit ke-49 setelah menerima assist dari Mihailo Perovic.
Gol itu jadi titik balik. Arema FC mulai kehilangan kendali permainan, terutama di lini belakang yang terlihat rapuh. Hansamu Yama yang berdiri di jantung pertahanan dinilai gagal mengantisipasi serangan cepat lawan.
Tekanan terus berlanjut. Jefferson Junio Antonio da Silva menggandakan keunggulan pada menit ke-75. Enam menit berselang, Rivera kembali mencatatkan namanya di papan skor.
Pesta gol Persebaya ditutup oleh Mikael Alfredo Tata pada menit ke-86. Skor 4-0 bertahan hingga akhir laga, menegaskan dominasi penuh Green Force.
Hansamu Jadi Sasaran Kritik
Usai pertandingan, nama Hansamu Yama langsung menjadi sasaran kritik Aremania. Bek yang pernah membela Persebaya itu dinilai tampil di bawah ekspektasi dalam laga penuh gengsi.
Komentar pedas pun membanjiri media sosial.
”Hansamu atine sek ijo, terima kasih Hansamu,” tulis salah satu akun.
”Hansamu musim depan out masio pemain pinjaman,” komentar lainnya.
”Gak main pake hati silakan angkat kaki!”
”Pemain jelek,” tulis suporter lain.
Menariknya, sindiran juga datang dari Bonek. Namun mereka memilih menyampaikan dengan gaya sarkastik, seolah berterima kasih atas performa sang pemain.
”Suwon seng akeeehh lurkuu mojokerto tetap hijau!!”
”Suwun gais,”
”Suwun sing akeh mas,”
Komentar-komentar tersebut langsung viral dan memperkeruh suasana pascalaga.
Performa Disorot, Rating Terendah
Sorotan terhadap Hansamu semakin kuat setelah muncul penilaian performa pemain. Ia hanya mendapat rating 5,3 terendah di skuad Arema FC.
Sebaliknya, beberapa pemain lain seperti Matheus Da Conceicao Nascimento dan Arkhan Fikri mencatatkan nilai lebih tinggi, masing-masing 8,0 dan 7,9.
Evaluasi Menyeluruh
Meski Hansamu menjadi sasaran utama kritik, kekalahan ini tidak lepas dari buruknya performa tim secara keseluruhan. Arema FC gagal mengimbangi intensitas permainan Persebaya yang tampil lebih efektif dan klinis di babak kedua.
Koordinasi lini belakang yang lemah serta minimnya penyelesaian akhir menjadi faktor utama kekalahan telak tersebut.
Di sisi lain, Persebaya tampil solid. Francisco Israel Rivera Davalos menjadi bintang dengan dua gol, sementara kontribusi pemain lain membuat tim tampil dominan.
Kemenangan ini memperkuat posisi Persebaya di papan atas klasemen, sementara Arema FC harus segera bangkit di tengah tekanan besar dari suporter.
Derbi Jawa Timur kali ini bukan hanya soal skor, tetapi juga menghadirkan drama panas di luar lapangan dengan Hansamu Yama menjadi pusat sorotan dari dua kubu suporter. (")
Artikel Terkait
Ester Nurumi Pastikan Kemenangan Dramatis Indonesia atas Taiwan di Piala Uber 2026
Chelsea Pertimbangkan Xabi Alonso, Andoni Iraola, dan Marco Silva sebagai Pelatih Baru
Real Madrid Depak Arbeloa, Jose Mourinho Kandidat Terkuat Pengganti Musim Depan
Veda Ega Pratama Bidik Kejutan di Moto3 Le Mans Usai Finis Keenam di Spanyol