PSM Makassar Andalkan Empat Bek Asing dan Victor Dethan untuk Curi Poin dari Bali United

- Senin, 27 April 2026 | 15:00 WIB
PSM Makassar Andalkan Empat Bek Asing dan Victor Dethan untuk Curi Poin dari Bali United
Pertandingan Bali United vs PSM Makassar

GIANYAR – Stadion Kapten I Wayan Dipta, Senin (27/4/2026) sore itu, bukan cuma jadi saksi duel pekan ke-30 Super League. Lebih dari itu, ini laga penuh tekanan, strategi nekat, dan taruhan gede terutama buat tim tamu yang masih terus dihantui bayang-bayang degradasi.

PSM Makassar datang dengan satu pesan yang gamblang: nggak ada pilihan lain selain bertarung habis-habisan. Posisi mereka di papan bawah klasemen bikin setiap sisa pertandingan terasa seperti partai final. Tapi anehnya, di tengah himpitan itu, pelatih sementara Ahmad Amiruddin malah ngeluarin kejutan taktik yang cukup berani memainkan empat bek asing sekaligus sejak menit pertama.

Nama-nama kayak Dusan Lagator, Yuran Fernandes, Aloisio Soares Neto, dan Victor Luiz langsung jadi tembok utama di lini belakang. Ini bukan sekadar urusan teknis, melainkan semacam pernyataan: PSM ingin tampil lebih rapi, lebih disiplin, dan nutup celah sekecil apa pun dari serangan Bali United yang dikenal agresif.

Langkah ini juga kayaknya sinyal kalau Amiruddin nggak mau ngulang kesalahan di pertemuan sebelumnya, di mana sektor sayap jadi titik lemah. Dengan komposisi empat bek asing, PSM berharap bisa mengunci ruang, jaga keseimbangan, dan sekaligus memperkuat duel-duel fisik yang pasti bakal panas.

Di sisi lain, ada satu nama yang mencuri perhatian Victor Dethan. Wonderkid yang mulai naik daun ini dipercaya main sejak awal. Sebuah sinyal kalau PSM nggak cuma ngandelin pengalaman, tapi juga energi dan nyali pemain muda.

Kehadiran Victor Dethan ngasih dimensi beda dalam permainan PSM. Ia bukan cuma pelengkap, tapi potensi kejutan pemain yang bisa ngebolak-balik keadaan lewat kecepatan, kreativitas, dan keberanian duel satu lawan satu. Di laga penuh tekanan kayak gini, pemain muda sering jadi pembeda karena main tanpa beban.

Di lini depan, Alex Tanque tetap jadi andalan. Meski belum balik ke performa terbaiknya soal cetak gol, kehadirannya tetap penting sebagai target man sekaligus pemantul serangan. Ia sendiri udah negesin kesiapan tim meski persiapan mepet.

“Ya, memang betul persiapan kami singkat dari game terakhir menuju ke game melawan Bali ini. Namun, kami sudah sempat istirahat, berlatih, dan juga melakukan perjalanan ke sini,” ujarnya.

Lebih dari itu, Tanque ngelihat laga ini sebagai titik penentu.

“Saya percaya Bali adalah tim yang bagus, namun kita memiliki kepercayaan diri untuk memenangkan satu poin atau bahkan tiga poin. Untuk itu, kami harus bertarung besok dan melihat setiap pertandingan yang tersisa, terutama pertandingan ini karena seperti final,” ucapnya.

Di kubu tuan rumah, Bali United tetap tampil dengan kekuatan penuh. Nama-nama kayak Boris Kopitovic, Ricky Fajrin, sampai Kadek Arel jadi bagian dari komposisi yang solid. Di bawah arahan pelatih Jan Jensen, mereka tetap ngandelin permainan agresif dan produktivitas tinggi apalagi main di kandang sendiri.

PSM tentu sadar sama ancaman itu. Hal itu juga ditegaskan Ahmad Amiruddin yang nyorot kualitas serangan Bali United.

“Kita sama-sama tahu Bali dalam kepercayaan diri yang tinggi… Itu sinyal buat kami, secara attacking Bali punya kualitas dan itu yang harus kami antisipasi,” ujarnya.

Namun di balik kewaspadaan itu, ia tetap nyimpen optimisme.

“Ini yang coba kami jaga situasinya. Semoga dengan bermain maksimal, kami bisa memperbaiki posisi di klasemen,” tambahnya.

Meski begitu, kondisi skuad yang belum ideal tetap jadi tantangan tersendiri.

“Pada prinsipnya persiapan kurang ideal, ada beberapa pemain yang tidak bisa tampil besok, tapi kami tidak bisa menyampaikan. Nanti dilihat saja kalau DSP-nya sudah keluar, kalau mereka tidak ada di DSP berarti berhalangan hadir mungkin karena sakit atau cedera,” jelasnya.

Dengan segala dinamika yang ada, laga ini diprediksi bakal berjalan ketat. Bali United mungkin lebih diunggulkan dari segi stabilitas dan posisi klasemen, tapi PSM datang dengan motivasi yang jauh lebih besar bertahan hidup di kompetisi tertinggi.

Dan ketika strategi empat bek asing dipadukan dengan energi pemain muda kayak Victor Dethan, PSM seolah pengen ngirim pesan: mereka nggak datang ke Bali cuma buat bertahan, tapi juga buat mencuri sesuatu yang berharga.

Pertandingan ini sendiri bisa disaksikan lewat platform Vidio dan siaran langsung Indosiar pada pukul 16.30 WITA (15.30 WIB).

Pada akhirnya, laga ini bukan cuma soal siapa yang lebih kuat di atas kertas, tapi siapa yang lebih siap secara mental, lebih disiplin dalam eksekusi, dan lebih berani ambil momen. Karena dalam situasi kayak gini, satu kesalahan kecil bisa nentuin segalanya.

Bali United FC (Starting)
Mike Hauptmeijer
Kadek Arel Priyatna
Bagas Adi Nugroho
Thijmen Goppel
Boris Kopitovic
Tim Charles Pieter Receveur
Teppei Yachida
I Kadek Agung Widnyana Putra
Ricky Fajrin Saputra
Rahmat Arjuna
Diego De Jesus Campos Ballestero

Bali United – Pemain Cadangan
Dikri Yusron Afafa
Fitrul Dwi Rustapa
I Made Andhika Pradana Wijaya
Irfan Jaya
Putu Panca Apriyawan
Komang Tri Wahyudi
Yusuf Meilana Fuad Burhani
Rahmat (M. Rahmat)
Head Coach: Jan Jensen

PSM Makassar (Starting)
Hilman Syah
Aloisio Soares Neto
Yuran Fernandes Rocha Lopes
Resky Fandi Witriawan
Alex Tanque
Daisuke Sakai
Victor Luiz Prestes Filho
Muh. Rizky Eka Pratama
Arfan
Dusan Lagator
Victor Dethan

PSM Makassar – Pemain Cadangan
Syaiful
Savio Roberto Julio Figueiredo
Syahrul R Lasinari
Rasyid Assahid Bakri
Dzaky Asraf
Achmad Fahrul
Rifky Dwi Septiawan
Akbar Tanjung
Abdul Rahman
Ananda Raehan
Luka Cumic
Gala Pagamo

Editor: Bayu Santoso

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar