“Kami akan coba yang terbaik,” tuturnya singkat.
Fokusnya sekarang lebih pada kompetisi itu sendiri, bukan pada tekanan untuk mempertahankan gelar. Menurut Souto, memaksa pemain mengejar hasil dengan persiapan minim justru berisiko. Adaptasi yang terburu-buru bisa jadi bumerang.
“Tapi, tim saya harus tetap kompetitif,” tegasnya.
Pendekatannya lebih bijak. Hasil akhir, baginya, adalah sesuatu yang misterius. Bisa saja tim bermain gemilang tapi kalah, atau sebaliknya, performa pas-pasan justru membawa kemenangan. Karena itu, tekanan dialihkan dari soal menang-kalah ke soal menampilkan permainan terbaik.
Dia hanya meminta anak asuhnya tampil dengan identitas tim yang kuat dan mengeluarkan seluruh kemampuan di lapangan. Dengan cara itu, performa tim diharapkan bisa lebih stabil sepanjang turnamen.
Jadi, meski tanpa embel-embel target juara, harapan untuk bersaing tetap menggelora. Garuda Futsal akan terbang ke Thailand dengan beban yang lebih ringan, namun semangat untuk bertarung tak boleh padam.
Artikel Terkait
Tottenham Resmi Kontrak De Zerbi Lima Tahun Tanpa Klausul Degradasi
Barcelona Buka Opsi Jual Jules Kounde Jika Tawaran Fantastis Datang
Yuran dan Victor Bertahan, PSM Makassar Pertahankan Fondasi di Tengah Ancaman Sanksi FIFA
Irak Lolos ke Piala Dunia 2026, Sinyal Keras untuk Perjuangan Timnas Indonesia