BANDUNG Perlahan tapi pasti, peta perjalanan menuju Piala Dunia 2026 mulai jelas bentuknya. Beberapa negara sudah mengamankan tiket mereka, dan yang terbaru adalah Irak. Mereka menyusul Arab Saudi, memperkuat barisan wakil Asia di pesta sepak bola terbesar itu.
Kepastian itu didapat dengan cara yang cukup dramatis. Di Estadio BBVA, Irak menumbangkan Bolivia dengan skor 2-1 dalam laga kualifikasi antar benua. Kemenangan ini sekaligus mengakhiri penantian panjang bangsa tersebut. Terakhir kali mereka main di Piala Dunia? Itu terjadi pada 1986, hampir empat dekade silam.
Nah, ada cerita menarik yang mengaitkan prestasi ini dengan tanah air. Bek Persib Bandung, Frans Putros, ternyata masuk dalam skuad Irak untuk laga penting tersebut. Memang, dia hanya duduk di bangku cadangan. Tapi coba bayangkan, kehadirannya saja sudah jadi kebanggaan besar buat klub dan tentu saja, bagi para penggemar sepak bola Indonesia.
Pelatih Persib, Bojan Hodak, tak menyembunyikan rasa bangganya.
"Ini kesempatan yang sangat langka," ujarnya. Terutama untuk pemain yang usianya sudah tidak lagi muda. Menurut Hodak, bermain di Piala Dunia bukan cuma sekadar prestise. Itu adalah puncak karier, mimpi yang jadi nyata bagi setiap pesepak bola profesional.
Ia punya harapan sederhana: semoga Putros nanti bisa masuk dalam skuad final Irak saat turnamen benar-benar digelar.
Di sisi lain, kabar ini jelas jadi sinyal keras untuk Timnas Indonesia. Perjuangan Garuda di jalur kualifikasi masih panjang, dan daftar lawan yang sudah lolos kian bertambah. Artinya, jalan ke depan bakal lebih terjal. Tim-tim seperti Irak dan Arab Saudi punya pengalaman dan mental yang sudah teruji di level Asia, bahkan dunia. Mereka bukan lawan main-main.
Lantas, apa artinya buat Indonesia? Situasi ini harusnya jadi pengukur sekaligus penyemangat. Kalau ingin serius melangkah lebih jauh, ya harus siap bersaing dengan tim-tim yang sudah lebih dulu mapan. Tidak ada jalan pintas.
Satu hal yang pasti: perjalanan menuju Piala Dunia memang tak pernah mudah. Tapi justru di situlah letak gregetnya. Setiap langkah, setiap perjuangan, adalah bagian dari proses untuk benar-benar layak berdiri di level elite sepak bola dunia.
Artikel Terkait
Manchester United Lirik Mateus Fernandes, West Ham Pasang Harga £85 Juta
Harry Kane Ukir Rekor Baru dengan Gol ke Gawang 21 Negara Berbeda Jelang Piala Dunia 2026
Kemenangan Florentino Perez Buka Peluang Juventus Rekrut Brahim Diaz
Wasit Somalia Pertama di Piala Dunia 2026 Dideportasi AS Usai Ditolak Imigrasi Meski Miliki Visa Sah