Ia punya harapan sederhana: semoga Putros nanti bisa masuk dalam skuad final Irak saat turnamen benar-benar digelar.
Di sisi lain, kabar ini jelas jadi sinyal keras untuk Timnas Indonesia. Perjuangan Garuda di jalur kualifikasi masih panjang, dan daftar lawan yang sudah lolos kian bertambah. Artinya, jalan ke depan bakal lebih terjal. Tim-tim seperti Irak dan Arab Saudi punya pengalaman dan mental yang sudah teruji di level Asia, bahkan dunia. Mereka bukan lawan main-main.
Lantas, apa artinya buat Indonesia? Situasi ini harusnya jadi pengukur sekaligus penyemangat. Kalau ingin serius melangkah lebih jauh, ya harus siap bersaing dengan tim-tim yang sudah lebih dulu mapan. Tidak ada jalan pintas.
Satu hal yang pasti: perjalanan menuju Piala Dunia memang tak pernah mudah. Tapi justru di situlah letak gregetnya. Setiap langkah, setiap perjuangan, adalah bagian dari proses untuk benar-benar layak berdiri di level elite sepak bola dunia.
Artikel Terkait
Boboev Bawa Tajikistan ke Piala Asia, Tantangan Selanjutnya di PSM
Tottenham Resmi Kontrak De Zerbi Lima Tahun Tanpa Klausul Degradasi
Barcelona Buka Opsi Jual Jules Kounde Jika Tawaran Fantastis Datang
Yuran dan Victor Bertahan, PSM Makassar Pertahankan Fondasi di Tengah Ancaman Sanksi FIFA