Di tengah situasi Timur Tengah yang memanas, pemerintah kembali mengingatkan soal pentingnya penghematan. Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya secara khusus mengajak masyarakat untuk mendukung kebijakan transformasi budaya kerja yang baru dicanangkan. Intinya, dia ingin semua pihak tetap produktif meski ada langkah-langkah penghematan BBM.
"Pemerintah mengajak seluruh masyarakat dan dunia usaha mari terus berpartisipasi dalam mendukung langkah-langkah transformasi budaya kerja ini," seru Teddy dalam konferensi pers, Selasa lalu.
"Mari tetap tenang, mari tetap produktif."
Menurut Teddy, kebijakan ini sifatnya tidak kaku. Pemerintah akan terus menyesuaikan diri dengan perkembangan yang ada. "Apa yang disampaikan dinamis. Nanti apabila ada perubahan, akan disampaikan oleh pemerintah secara cepat," tambahnya.
Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto sudah memberikan penjelasan lebih rinci. Dia bilang, semua ini merupakan tindak lanjut langsung dari arahan Presiden Prabowo untuk memperkuat ketahanan ekonomi nasional. Situasi global yang tidak menentu jadi alasan utamanya.
Sebagai langkah adaptif, pemerintah meluncurkan apa yang disebut Delapan Butir Transformasi Budaya Kerja Nasional.
"Program kebijakan ini disebut dengan Delapan Butir Transformasi Budaya Kerja Nasional, dan nanti ditambah dengan kebijakan energi," ungkap Airlangga.
Artikel Terkait
Justin Hubner Siap Nikahi Tunangan di Bali Usai Cetak Gol Perdana
KPK Dukung WFH Jumat untuk ASN, Tapi Masih Kaji Teknis Pelaksanaannya
Potongan Tubuh Karyawan Ayam Goreng Ditemukan Terpisah di Bogor
AS Klaim Garis Akhir Konflik dengan Iran Sudah Terlihat