Desak Negara Muslim Kirim Pasukan, Apa Langkah FUTA Jabar Selanjutnya?

- Senin, 20 Oktober 2025 | 09:25 WIB
Desak Negara Muslim Kirim Pasukan, Apa Langkah FUTA Jabar Selanjutnya?

Aksi FUTA Jawa Barat Desak Pembebasan Palestina dengan Solusi Militer

Bandung - Forum Ulama, Tokoh, dan Advokat (FUTA) Jawa Barat menggelar demonstrasi besar di Gedung Sate Bandung pada Ahad (19/10/2025). Aksi solidaritas Palestina ini diikuti sekitar 1500 massa yang menyerukan pengiriman pasukan militer dari negara-negara Muslim.

Tuntutan Pengiriman Militer untuk Palestina

Ribuan peserta aksi membawa spanduk dan poster berisi tuntutan pembebasan Palestina dari pendudukan Israel. Mereka menyerukan negara-negara berpenduduk mayoritas Muslim, termasuk Indonesia, untuk mengirimkan kekuatan militer guna mengusir Israel dari tanah Palestina.

Kritik terhadap Perjanjian Perdamaian

Juru bicara aksi, Ricky Fattamazaya, menyatakan bahwa perjanjian perdamaian dengan Israel tidak efektif. "Israel telah ratusan kali mengkhianati kesepakatan. Kita tidak boleh terjebak dalam kesalahan yang sama," tegas Ricky usai aksi.

Penolakan Status Negara Israel

Ricky juga menegaskan penolakan terhadap status Israel sebagai negara yang sah. Menurutnya, entitas Yahudi tersebut tidak berhak menempati tanah Palestina dan harus keluar dari wilayah tersebut.

Solusi Jihad dan Peran Negara Muslim

Sebagai solusi, Ricky menyerukan jihad dengan khilafah dan mendesak negara-negara seperti Arab Saudi, Mesir, dan Indonesia untuk mengirimkan tentara. "Senjata lawan senjata, bom lawan bom," ujarnya menegaskan pentingnya pendekatan militer.

Aksi Tertib dan Peduli Lingkungan

Meski diikuti ribuan massa, aksi berlangsung tertib dan damai. Peserta secara sukarela membersihkan sampah di halaman Gedung Sate setelah aksi usai, menunjukkan tanggung jawab lingkungan yang patut diapresiasi.

Demonstrasi FUTA Jawa Barat ini menjadi salah satu aksi terbesar dalam mendukung Palestina di Bandung, menyampaikan pesan solidaritas kuat sekaligus tuntutan konkret kepada pemerintah Indonesia dan negara Muslim dunia.

Editor: Yuliana Sari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar

Terpopuler