Lalu, Bagaimana dengan Yuran?
Namun, di balik sorak-sorai atas performa Tanjung Verde, ada satu nama yang absen: Yuran Fernandes. Bek andalan PSM Makassar itu sama sekali tidak masuk dalam daftar pemain yang dibawa ke turnamen ini.
Kehadirannya sepertinya memang belum dibutuhkan. Saat ini, lini pertahanan Tanjung Verde terlihat cukup solid dan punya banyak pilihan. Dengan pemain-pemain yang ada sudah menunjukkan chemistry dan kualitas bagus, pelatih tampaknya enggan mengacak-acak komposisi yang sudah jalan.
Fakta itu membuat pintu timnas bagi Yuran terlihat semakin sempit, setidaknya untuk waktu dekat. Mimpi besar untuk membela negaranya di Piala Dunia 2026 di Amerika dan Meksiko pun seperti menguap. Dia seakan ketinggalan kereta, kalah bersaing dengan pemain-pemain lain yang lebih dipercaya sang pelatih.
Meski begitu, bukan berarti harapan itu hilang sama sekali. Dunia sepak bola penuh kejutan. Konsistensi performa di level klub bersama PSM tetap bisa menjadi modal berharga. Jika Yuran bisa tampil gemilang dan terus menarik perhatian, siapa tahu panggilan itu suatu hari nanti akan datang. Perjalanan masih panjang.
Artikel Terkait
Herdman Soroti Tiga Pemain Kunci untuk Persiapan Timnas Indonesia Menuju Piala Dunia 2030
PSM Makassar Targetkan Lima Kemenangan Beruntun di April untuk Hindari Degradasi
Legenda PSM: Kekalahan 0-1 Indonesia Tak Gambarkan Permainan yang Setara Lawan Bulgaria
Calvin Verdonk: Dony Tri Pamungkas Punya Kualitas untuk Bermain di Eropa