Ia juga menyebut, pemainnya yang berkarier di Italia seperti Sead Kolašinac dan Tarik Muharemović akan punya motivasi ekstra. "Kemenangan dalam pertandingan seperti inilah yang mendefinisikan kesuksesan," tegas Barbarez.
Striker senior Edin Džeko lebih realistis. Ia mengakui Italia tetap favorit. Tapi bagi penyerang yang sangat mengenal pertahanan Italia berkat masa lalunya di AS Roma dan Inter Milan ini, ini justru tantangan yang sempurna.
"Italia datang sebagai favorit besar. Tapi kami punya 90 menit untuk membuktikan diri," kata Džeko yang sudah berusia 40 tahun itu.
Dari sisi susunan pemain, Barbarez kemungkinan akan mempertahankan inti tim yang sukses di semifinal. Duet Džeko dan Ermedin Demirović dipercaya lagi menggedor pertahanan lawan.
Sementara Italia tetap akan mengandalkan Moise Kean, pencetak gol kedua mereka pekan lalu. Dia diduetkan dengan talenta muda Inter Milan, Pio Esposito yang baru berusia 20 tahun.
Ini bakal jadi pertemuan ketujuh antara kedua tim. Ceritanya dimulai tahun 1996, saat Bosnia menang mengejak 2-1 dalam sebuah laga persahabatan di Sarajevo. Sejak itu, Italia mendominasi. Dari lima pertemuan berikutnya, mereka menang empat kali dan sekali imbang.
Malam nanti, sejarah akan ditulis ulang. Siapa yang trauma berlanjut, dan siapa yang akhirnya bisa bernapas lega?
Perkiraan Susunan Pemain
Bosnia & Herzegovina (4-4-2): Vasilj; Dedić, Katić, Muharemović, Kolašinac; Memić, Hadžiahmetović, Bajraktarević, Alajbegović; Džeko, Demirović.
Italia (3-5-2): Donnarumma; Mancini, Bastoni, Calafiori; Politano, Barella, Locatelli, Tonali, Dimarco; Kean, Esposito.
Artikel Terkait
Aprilia Diimbangi Performa Martin dan Godaan Rekrut Bagnaia
Herdman Soroti Performa Cemerlang Calvin Verdonk di Tengah Kekalahan Timnas Indonesia
Pelatih Bulgaria Puji Level Timnas Indonesia Usai Kemenangan Tipis di Final FIFA Series
Nagelsmann Peringatkan Jerman Soal Disiplin Posisi Meski Taklukkan Ghana