Duka kembali menyelimuti korps Tentara Nasional Indonesia. Dua prajurit terbaik gugur dalam misi perdamaian PBB di Lebanon Selatan, Senin lalu. Mereka adalah Kapten Inf Zulmi Aditya Iskandar dan Sertu Muhammad Nur Ichwan. Menurut informasi yang beredar, insiden ledakan terjadi saat mereka sedang bertugas mengawal sebuah konvoi.
Mayjen TNI Aulia Dwi Nasrullah, selaku Kapuspen Mabes TNI, memberikan konfirmasi resmi mengenai peristiwa memilukan ini.
"Insiden terjadi di tengah eskalasi konflik tinggi, dimana terjadinya ledakan pada kendaraan yang mengakibatkan gugurnya Prajurit TNI atas nama Kapten Inf Zulmi Aditya Iskandar dan Sertu Muhammad Nur Ichwan serta dua lainnya mengalami luka yaitu Lettu Inf Sulthan Wirdean Maulana dan Praka Deni Rianto,"
Begitu penjelasan Aulia, yang disampaikan kepada media pada Selasa, 31 Maret 2026. Suasana di markas besar tentu saja berat.
Rincian kejadiannya begini. Saat itu, Tim Escort dari Kompi B Satgas Yonmek XXIII-S/UNIFIL sedang melaksanakan tugas rutinnya: mengawal konvoi Combat Support Service Unit (CSSU). Rute perjalanan mereka dari Mako Sektor Timur UNP 7-2 menuju markas satgas TNI di UNP 7-1. Perjalanan yang seharusnya biasa, berubah jadi malapetaka di tengah jalan.
Nasib tak mengena sama rata. Selain yang gugur, dua prajurit lain selamat meski menderita luka. Mereka adalah Lettu Inf Sulthan Wirdean Maulana dan Praka Deni Rianto.
Kondisi keduanya langsung menjadi perhatian utama.
"Lettu Inf Sulthan Wirdean Maulana dan Praka Deni Rianto sudah dievakuasi dan dalam penanganan medis di Rumah Sakit St. George Beirut, Lebanon,"
tambah Aulia memberikan kabar terbaru.
Insiden yang terjadi kurang dari sehari setelah kejadian serupa ini tentu memicu kewaspadaan ekstra. Pihak TNI sendiri menyatakan komitmennya untuk tetap menjalankan misi, tapi dengan tingkat kehati-hatian yang lebih tinggi. Semua prosedur standar dari UNIFIL akan ditegakkan, dengan keselamatan personel jadi prioritas nomor satu.
Sekarang, fokus beralih ke penyelidikan. UNIFIL telah turun tangan untuk mengusut apa sebenarnya yang memicu ledakan fatal itu. Sambil menunggu hasilnya, Mabes TNI tak berpangku tangan. Mereka terus memantau situasi yang dinamis dan rawan di Lebanon, menyiapkan segala kemungkinan terburuk.
Seperti diungkapkan Aulia, langkah-langkah kontijensi sedang disusun. Semua ini untuk mengantisipasi dinamika tak terduga di daerah misi. Sebuah tugas yang penuh risiko, yang sekali lagi menuntut pengorbanan nyawa putra terbaik bangsa.
Artikel Terkait
Ed Sheeran Kembali Jadi Artis Paling Banyak Diputar di Inggris Sepanjang 2025
Lurah di Pangkep Digerebek di Penginapan Bersama Staf Perempuan, Ngaku Bahas Urusan Kantor
Pemimpin Militer Hamas Mohammed Odeh Tewas dalam Serangan Udara Israel di Gaza
Polisi Bekuk Komplotan Curanmor yang Beraksi di 10 Lokasi saat Pemilik Nonton Dangdut