PSM Makassar Berjuang Pertahankan Victor Luiz dari Incaran Tiga Raksasa Liga 1

- Senin, 30 Maret 2026 | 20:30 WIB
PSM Makassar Berjuang Pertahankan Victor Luiz dari Incaran Tiga Raksasa Liga 1

Yang bikin Victor makin spesial sebenarnya bukan cuma angka-angka di statistik. Cara bermainnya menunjukkan visi yang tinggi. Kemampuan membaca ruang, kematangan mengambil keputasan di area kritis, dan ketenangannya di bawah tekanan. Karakter seperti inilah yang cocok untuk klub papan atas yang selalu mengejar gelar.

Lalu, apa strategi PSM? Bertahan atau melepas? Peluang hengkang tetap terbuka lebar, apalagi di bursa transfer yang dinamis. Tapi PSM masih punya kartu untuk dimainkan. Jika manajemen bisa menawarkan kontrak jangka panjang, menjamin peran sentralnya di tim, dan menjaga stabilitas skuad inti, peluang mempertahankannya masih ada. Tapi kalau tidak… klub-klub besar itu sudah siap menyergap.

Pada akhirnya, kasus Victor Luiz ini jadi semacam simbol untuk PSM Makassar saat ini. Ini tentang pilihan: membangun ulang tim atau mempertahankan identitas yang sudah terbentuk. Kalau Victor bertahan, fondasi untuk bangkit musim depan masih kokoh. Tapi kalau ia pergi, yang hilang bukan cuma seorang pemain, melainkan salah satu poros permainan tim.

Satu hal yang pasti: di tengah tarik-menarik ini, nama Victor Luiz telah menjadi komoditas paling panas di bursa transfer Liga 1 Indonesia.

Profil Singkat:
Nama: Victor Luiz Prestes Filho
Lahir: Belo Horizonte, Brazil, 5 Desember 1997 (27 tahun)
Tinggi: 177 cm
Posisi: Bek Kiri

Perjalanan Karier:
Ia mengawali karier senior di Cruzeiro (2017), sempat dipinjamkan ke beberapa klub seperti Democrata, Londrina, HJK Helsinki, dan Villa Nova. Kemudian bermain untuk St. Lucia (2020-2022), Alverca (2022-2023), dan Valletta (2023-2024), sebelum akhirnya membela PSM Makassar mulai 2024. Ia juga pernah memperkuat Timnas Brasil U-20.

Editor: Lia Putri


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar