Herdman bahkan mengkritik permainan timnya di laga sebelumnya. "Di 15 menit pertama, kita terlalu bersemangat. Masing-masing pemain seperti main sendiri," katanya.
"Kalau kita ulangi itu melawan Bulgaria, kita akan mati dalam 10 menit pertama. Mereka akan 'membunuh' kita."
Karena itu, dia menekankan pentingnya komitmen dan disiplin taktik. Jika semua pemain menjalankan rencana dengan baik dan bekerja sama, peluang menang terbuka lebar.
"Pemain harus tahu, komitmen pada strategi harus ada sejak menit pertama. Kita tak bisa menunggu 10-15 menit untuk menyatu. Itu terlalu lama. Kita harus mulai kuat dengan mentalitas lebih baik, atau kita akan dihukum," tegas Herdman.
Pandangan serupa datang dari kapten tim, Jay Idzes. Baginya, laga nanti akan punya standar yang sama sekali berbeda.
"Ini akan jadi laga yang berbeda, dengan standar lebih tinggi. Kami sudah tidak sabar menguji diri melawan tim hebat," terang stopper Sassuolo itu.
Idzes mengaku persiapan berjalan seperti biasa. Meski ada pelatih dan staf baru, adaptasi berjalan baik. Dia optimistis tim bisa tampil maksimal.
"Kami akan persiapan seperti biasa. Dengan pelatih baru, staf baru, dan segala perubahan, kami tetap siap. Sudah tidak sabar menghadapi tim Eropa," tegasnya.
Di luar lapangan, Ketua Umum PSSI Erick Thohir melihat final ini sebagai pengalaman berharga. Indonesia harus berani hadapi lawan berkualitas dan ambil pelajaran dari situ.
"Pertandingan ini sangat baik. Kita dapat kesempatan lawan tim peringkat 87 dunia. Tapi, ya, beranilah. Lawanlah. Kita harus coba yang terbaik sebagai tuan rumah," tutur Thohir.
Bagi PSSI, FIFA Series bukan cuma turnamen persahabatan. Ini adalah bagian dari diplomasi sepak bola, penguatan kapasitas, dan cara Indonesia berintegrasi dengan ekosistem sepak bola global.
Kemenangan atas Saint-Kitts and Nevis sudah jadi momentum bagus. Sekarang, tinggal satu langkah lagi untuk mengukir sejarah dan menunjukkan pada dunia bahwa sepak bola Indonesia punya tempatnya sendiri.
Artikel Terkait
Prancis Tuntaskan Masa Uji Coba dengan Kemenangan Telak atas Kolombia
Veda Ega Pratama Jatuh, Posisi Klasemen Moto3 Anjlok Usai GP Amerika
ASICS Luncurkan Sepatu Khusus Padel di Indonesia, Respons Lonjakan Popularitas Olahraga Ini
Guido Pini Raih Kemenangan Perdana Moto3 di COTA, Veda Ega Gagal Finis