“Kami ingin FIFA Series di GBK menjadi momentum positif. Bukan hanya bagi Timnas, tetapi juga bagi sepak bola Indonesia untuk menunjukkan bahwa kita mampu menjadi tuan rumah pertandingan internasional dengan atmosfer yang luar biasa. Kesiapan lapangan dan fasilitas lainnya sudah dipersiapkan sebaik mungkin,” kata Erick.
Nama Herdman sendiri punya bobot. Pelatih asal Inggris itu dikenal sebagai arsitek di balik kebangkitan Kanada, yang dia bawa lolos ke Piala Dunia 2022 setelah penantian panjang 36 tahun. Rekam jejak itulah yang diharapkan Erick bisa menular ke Indonesia.
“Coach Herdman punya rekam jejak yang jelas. Dia membangun Kanada dari tim yang tidak diperhitungkan hingga tampil di Piala Dunia. Kami berharap pengalaman itu bisa membawa energi baru bagi Timnas Indonesia,” ujarnya.
Laga nanti juga punya cerita menarik tersendiri. Duel Indonesia kontra Saint Kitts and Nevis beraroma "reuni" Liga Inggris. Beberapa pemain dari kedua kubu punya pengalaman di kompetisi sana.
Di sisi Garuda, ada Elkan Baggott, Justin Hubner, dan Nathan Tjoe-A-On. Sementara dari Saint Kitts and Nevis, ada nama seperti Jordan Bowery dan Tyrese Shade. Ini bakal jadi pertarungan seru antara pemain yang paham betul gaya permainan fisik ala Inggris.
Kembalinya Elkan Baggott setelah terakhir membela timnas pada Mei 2024 jadi angin segar. Bek jangkung itu diharapkan jadi batu penjuru pertahanan menghadapi serangan fisik lawan. Erick menilai kehadirannya menambah kekuatan skuad yang kini makin kompetitif.
Skuad yang dipanggil Herdman sendiri mencerminkan perpaduan menarik: 14 pemain "abroad" dan 10 dari liga domestik. Kombinasi antara pengalaman internasional dan semangat lokal ini diharapkan bisa menciptakan keseimbangan.
“Kita sekarang punya banyak pemain yang bermain di luar negeri, tapi liga domestik juga tetap menjadi fondasi penting. Kombinasi ini yang ingin kita bangun agar Timnas semakin kuat,” tegas Erick.
Pada akhirnya, harapan Erick sederhana. FIFA Series ini bukan cuma soal menang atau kalah, tapi lebih tentang melihat identitas baru Timnas. Tentang memulai perjalanan panjang.
“Kami ingin masyarakat datang ke stadion, mendukung Timnas, dan saksikan ajang FIFA Series perdana ini. Semoga ini menjadi langkah awal yang positif bagi perjalanan Timnas Indonesia ke depan,” tutupnya.
Artikel Terkait
Harry Kane Unggul Jauh dalam Perebutan European Golden Boot 2025/2026
PSM Makassar Terima Sanksi Larangan Transfer FIFA untuk Kelima Kalinya
Timnas Indonesia Andalkan Bek Eropa sebagai Fondasi Utama Jelang FIFA Series
Hakim Danish Fokus Bangkit di COTA Usai Kalah dari Veda Ega