Namun begitu, babak final-lah yang benar-benar menguji. Selama 16 lap, ia menunjukkan ketenangan yang luar biasa. Catatan waktunya sangat kompetitif, hanya terpaut 0,418 detik dari sang pemenang. Performa itu sekaligus menjadi bukti kematangan tekniknya di kelas Senior yang memang terkenal sengit.
Usai menerima trofi, perasaan campur aduk tetap terlihat. Qarrar mengakui ada sedikit kegundahan di hatinya.
Dengan prestasi ini, Qarrar kembali menegaskan reputasinya sebagai pembalap muda yang konsisten dan mampu mengharumkan nama bangsa di ajang World Series Karting (WSK). Langkahnya belum berhenti. Ia akan segera kembali bertarung di Trofeo Di Primavera Lonato 2026, Kategori KZ, pada 28-29 Maret mendatang.
Di sisi lain, langkah impresifnya di kancah global ini tak lepas dari dukungan kuat para mitra strategis nasional, seperti Pertamina, Simpati, dan BRI. Kolaborasi semacam ini menunjukkan bagaimana sinergi yang baik dari sektor industri bisa mendorong talenta lokal meraih level dunia.
Artikel Terkait
PSM Makassar Dihukum FIFA Larangan Transfer Tiga Bursa Beruntun
Elkan Baggott Kembali, Timnas Indonesia Mulai Persiapan FIFA Series 2026
Veda Ega Pratama Raih Podium Moto3 Brasil, Dapat Hadiah Mobil dan Bonus Tunai
Veda Ega Pratama Raih Podium Moto3 Brasil di Balapan Keduanya