Tapi agresivitas itu punya risikonya sendiri. Tercatat tujuh kartu kuning dan satu kartu merah sudah ia kumpulkan. Itu gambaran intensitas yang ia bawa ke lapangan setiap kali bermain.
Kalau lihat heatmap-nya, makin jelas peran progresifnya. Warna merah pekat mendominasi sisi kanan lapangan, dari belakang sampai ke depan. Ia seperti motor penggerak yang menjaga keseimbangan tim antara bertahan dan menyerang.
Di sisi lain, pemanggilan ini tentu jadi kebanggaan buat Persib. Klub ini tak cuma melihat bakatnya di level lokal, tapi juga diakui secara internasional. Memang, kepergiannya bakal meninggalkan lubang di pertahanan. Tapi pengalaman di kancah seperti ini diyakini akan membuatnya pulang sebagai pemain yang lebih matang.
Pelatih Irak, Graham Arnold, percaya betul padanya. Putros masuk dalam daftar 26 pemain yang dibawa ke Meksiko. Kepercayaan itu menunjukkan peran vital yang diharapkan darinya dalam skema tim.
Sekarang, semua mata tertuju pada play-off 31 Maret nanti. Jika Frans Putros bisa membawa Irak melangkah, itu bukan cuma sejarah pribadi. Nama Persib Bandung pun ikut terdongkrak di panggung sepak bola dunia. Sebuah perjalanan panjang yang dimulai dari dedikasi dan kerja keras tanpa henti di Lapangan Siliwangi.
Artikel Terkait
Persija Juarai Klasemen Penonton Super League 2025/2026
Indonesia Kirim 17 Wakil ke Kejuaraan Asia 2026, Ganda Putra Jadi Sorotan
AFC Jatuhkan Sanksi, Malaysia Kalah WO dan Gagal ke Piala Asia 2027
Ivar Jenner Dipastikan Fit, Siap Perkuat Timnas Indonesia di FIFA Series 2026