“Manchester United membutuhkan sosok yang sudah terbiasa menghadapi tekanan besar di level tertinggi sepak bola dunia,” tegasnya.
Bicara soal level tertinggi, Keane punya dua nama yang langsung meluncur. Pertama, Diego Simeone, sang ahli taktik dengan mental baja dari Atletico Madrid. Kedua, Luis Enrique, sang arsitek di PSG. Keduanya dinilainya punya karakter kuat dan track record mengangkat trofi bergengsi. Itulah yang dibutuhkan untuk membangkitkan kejayaan United.
Memang, tanggung jawab manajer permanen di klub besar itu jauh lebih luas. Bukan cuma soal taktik lapangan. Tapi juga kebijakan transfer, urusan kontrak pemain, hingga mengendalikan dinamika penuh di ruang ganti. Pengalaman tingkat tinggi dianggap sebagai faktor krusial yang masih kurang dari Carrick.
Di sisi lain, Keane bukanlah tipe yang menutup pintu. Ia tetap memberi kesempatan pada Carrick untuk membuktikan dirinya salah. Syaratnya? Cukup sederhana sekaligus berat: bawa pulang trofi besar sebelum musim ini berakhir.
Jadi, ini soal membuktikan diri. Carrick punya sisa musim untuk mengubah keraguan menjadi keyakinan. Atau, manajemen MU akan mendengarkan saran sang legenda dan mulai berburu pelatih kelas dunia. Kita lihat saja nanti.
Artikel Terkait
PSM Serahkan Tampuk Kepelatihan pada Dua Putra Daerah di Tengah Tekanan Klasemen
Arne Slot Frustrasi, Liverpool Gagal Kembali di Menit Akhir Lawan Tottenham
Lazio Kalahkan AC Milan, Como Hajar AS Roma dalam Drama Klasemen Serie A
Raphinha Cetak Hattrick, Barcelona Gasak Sevilla 5-2 dan Kokohkan Puncak Klasemen