LONDON Tiga laga. Nihil poin. Situasi Tottenham Hotspur di bawah Igor Tudor mulai benar-benar mengkhawatirkan.
Memang, ada secercah harapan di sana-sini selama tiga pertandingan itu. Tapi bagi banyak pendukung, yang terlihat nyata cuma satu: hasil. Dan hasilnya buruk.
Kekalahan terakhir, melawan Crystal Palace, mungkin yang paling menyakitkan. Spurs seperti menghancurkan diri sendiri di babak pertama. Micky van de Ven dapat kartu merah, dan itu jadi titik balik yang mahal. Mereka kalah 1-3, dan sekarang harus ke Liverpool tanpa sang bek Belanda yang diskors itu.
Jadwal memang kejam. Sebelum ke Anfield, ada duel sengit melawan Atletico Madrid di Liga Champions. Tapi, justru laga terakhir sebelum jeda internasional yang mungkin paling genting: tandang ke markas Nottingham Forest. Itu sudah terasa seperti pertarungan hidup-mati untuk menjauh dari jurang degradasi.
Di sisi lain, tekanan untuk memecat Tudor kian mengeras. Keputusan ini bisa jadi penentu nasib mereka. Kontraknya kan cuma sampai akhir musim, jadi biaya pemutusan seharusnya tak terlalu besar. Pertanyaannya, apakah manajemen punya nyali?
Memang, Tudor bukan satu-satunya masalah. Tapi nyaris tak ada tanda dia bisa membalikkan keadaan. Performa tim, seperti yang terlihat di babak pertama lawan Palace, masih amburadul dan tak terkoordinasi.
Jadwal Spurs sebenarnya relatif lebih ringan ketimbang klub-klub di bawahnya, seperti Forest atau West Ham. Tapi apa artinya kalau permainan tetap berantakan?
Mungkin terdengar klise, tapi godaan untuk membawa kembali mantan pemain yang paham klub semakin kuat. Lihat saja kesuksesan Michael Carrick di Manchester United.
Menurut sejumlah laporan, Glenn Hoddle sudah mengisyaratkan keterbukaannya. Mantan pemain dan pelatih Spurs itu mungkin mau kembali, barangkali ditemani Robbie Keane.
Ryan Mason juga disebut-sebut, meski catatannya di West Brom belum terlalu cemerlang. Kembali ke lingkungan yang dia kenal bisa jadi solusi.
Masalah cedera yang menghantui sepanjang musim perlahan mereda. Pedro Porro dan Kevin Danso sudah kembali. Destiny Udogie juga hampir pulih. Van de Ven absen karena skorsing, tapi kabar baiknya, kapten Cristian Romero sudah bebas hukuman.
Ini peluang untuk kembali ke formasi empat bek. Formasi tiga bek ala Tudor jelas-jelas gagal memberi stabilitas. Bahkan, dia pernah menempatkan gelandang seperti Joao Palhinha di posisi bek tengah seperti saat melawan Arsenal akhir Februari lalu.
Perubahan formasi mungkin bisa mengoptimalkan potensi pemain yang ada. Tapi yang jelas, Spurs butuh perubahan. Dan perubahan itu harus datang secepatnya.
Masih harus dilihat apakah langkah-langkah ini langsung membawa angin segar. Satu hal yang pasti: waktu mereka hampir habis.
Artikel Terkait
BWF Resmi Tetapkan Sistem Skor 15 Poin per Gim Mulai 2027, 198 Negara Setuju
Marc Marquez Pamerkan Luka di Lengan, Tetap Rebut Pole dan Menangi Sprint MotoGP Spanyol 2026
Veda Ega Pratama Start ke-17 di Moto3 Spanyol, Kenangan Comeback 2025 Jadi Modal
PSM Makassar Jadi Batu Sandungan Potensial bagi Persib di Perebutan Gelar Super League