SURABAYA – Skor 1-5. Hasil itu terpampang dengan telak di papan skor Stadion Segiri, Sabtu malam lalu, dan Bruno Moreira tak bisa menyembunyikan kekecewaannya. Kekalahan Persebaya Surabaya dari Borneo FC itu, diakui sang kapten, adalah pukulan yang berat. Sangat berat.
“Ini jelas bukan laga yang biasa bagi kami,” ujar Moreira, suaranya terdengar getir.
Dia mengakui, skuat Persebaya sama sekali tidak mengira akan dibantai dengan lima gol. Hanya satu yang berhasil mereka balas. Laga lanjutan Super League 2025-2026 itu berakhir di luar dugaan, jauh dari harapan semua pemain.
Namun begitu, pertandingan sudah usai. Realitas di lapangan tak bisa diubah.
“Kami harus menerima hasil tersebut,” katanya, mencoba tegas.
Di sisi lain, Moreira tahu betul larut dalam penyesalan tak akan membawa kemajuan. Kompetisi masih panjang. Perjalanan tim di sepak bola, menurutnya, selalu diwarnai pasang surut. Ada momen menang, ada juga saat-saat pahit seperti ini yang harus ditelan.
Artikel Terkait
Lamine Yamal Selamatkan Barcelona dari Kekalahan dengan Penalti Menit Akhir
Alessandro Matri Kritik Sassuolo: Fokus Jual Pemain, Abai Prestasi
PSM Makassar di Ambang Pecat Tomas Trucha, Pelatih Absen di Latihan
PSM Makassar Dihukum Denda Rp150 Juta Akibat Aksi Suporter