SURABAYA Bagi tim tamu, Stadion Gelora Bung Tomo itu lebih dari sekadar lapangan hijau. Atmosfernya bisa menghancurkan mental. Tekanannya terasa nyata, dari teriakan tribun hingga panasnya pertandingan. Persib Bandung tahu persis risiko itu. Tapi kali ini, Maung Bandung datang dengan bekal yang berbeda: sebuah keyakinan.
Keyakinan itu datang dari pelatih mereka, Bojan Hodak. Menjelang laga pekan ke-24 Super League 2025/2026 melawan Persebaya Surabaya, Hodak merasa sudah punya gambaran. Ia yakin telah membaca cara kerja sang lawan yang kini dilatih Bernardo Tavares.
Menurut Hodak, Persebaya sudah berubah total. Bukan lagi tim yang suka bermain terbuka dan menyerang habis-habisan. Di bawah Tavares, Green Force tampil lebih disiplin, lebih rapat di belakang, dan punya kesabaran ekstra menunggu lawan lengah.
Perubahan itu justru bikin segalanya makin sulit.
“Mereka kini lebih kompak dalam bertahan dan sangat berbahaya saat melakukan serangan balik,” ujar Hodak.
Ia menggambarkan sebuah tim yang efisien. Persebaya tak perlu mendominasi penguasaan bola. Yang mereka lakukan adalah mengontrol ritme lewat pertahanan terorganisir. Blok pertahanan dibangun rendah, ruang dipersempit. Lalu, begitu ada peluang, serangan balik dilepaskan dengan cepat lewat sayap.
Di situlah letak bahayanya.
Kecepatan Bruno Moreira dan Gali Freitas jadi senjata mematikan saat transisi. Sementara di tengah, Francisco Rivera bertindak sebagai penghubung sekaligus otak dialah yang menentukan kapan waktunya menyerang atau menahan tempo.
Hodak paham, menghadapi sistem seperti ini butuh kepala dingin. Bukan cuma agresivitas buta.
Maka, Persib kemungkinan akan tetap bermain dengan identitas andalannya: penguasaan bola terstruktur. Mereka akan mengandalkan pergerakan kolektif untuk memancing pertahanan Persebaya keluar. Strategi ini tentu butuh disiplin tinggi, terutama saat kehilangan bola. Momen itulah yang paling ditunggu-tunggu oleh Persebaya versi baru.
Persiapan sudah dilakukan jauh-jauh hari di Bandung. Berbagai skenario telah disusun, dari cara menembus pertahanan rapat hingga mengantisipasi serangan balik kilat.
“Kami akan mencoba memainkan cara bermain kami dan mendapatkan hasil positif,” kata Hodak.
Kalimat sederhana itu menyimpan ambisi besar: mempertahankan puncak klasemen.
Artikel Terkait
PSM Makassar Hadapi Persita dalam Laga Penuh Tekanan di Stadion Gelora BJ Habibie
Tavares Hadapi Ujian Berat Lawan Persib di Tengah Jadwal Padat Persebaya
Kontingen Indonesia Siap Bertarung di All England 2026
Kevin De Bruyne Kembali Berlatih Setelah 128 Hari Absen Cedera