Kalimat sederhana yang punya arti besar. Kepercayaan dari pelatih ternyata bisa mengubah cara seorang pemain melihat dirinya sendiri.
Nah, perubahan Gali ini sekarang jadi bahan perhatian serius buat Persib Bandung.
Dulu, pertahanan lawan mungkin lebih fokus ke nama-nama seperti Ramadhan Sananta. Sekarang, ancaman justru mengintai dari sisi lapangan. Gali tumbuh jadi winger modern tidak cuma ngambang di pinggir, tapi rajin menyusup ke kotak penalti. Mencari celah. Muncul tiba-tiba.
Gerakan diagonalnya sering bikin pertahanan lawan kocar-kacir. Dia bukan tipe pemain yang menunggu bola. Dia yang menciptakan momen.
Dalam skema Tavares, peran sayap memang didesain ulang. Mereka bukan sekadar mesin umpan silang. Mereka adalah penyerang kedua yang siap menerjang begitu bek tengah lengah.
Itu yang bikin Gali sekarang terasa lebih berbahaya.
Persib bakal dihadapkan pada dilema. Menutup ruang di tengah, berarti memberi ruang di sayap. Tapi kalau memberi kelonggaran pada Gali, sama saja mengundang bahaya langsung ke jantung pertahanan.
Belum lagi faktor Gelora Bung Tomo. Dukungan Bonek yang menderu bisa memberi energi ekstra, membuat pemain tampil melampaui batas normal.
Bagi Gali, laga melawan Persib bukan cuma pertandingan biasa. Ini panggung buat membuktikan bahwa transformasinya bukan kebetulan musiman.
Bahwa dia bukan lagi figuran.
Dan buat Persib, ancaman terbesar mungkin bukan striker yang berdiri di depan kiper. Tapi sosok yang datang dari samping diam, cepat, dan mematikan.
Namanya jelas: Gali Freitas.
Artikel Terkait
Tavares Hadapi Ujian Berat Lawan Persib di Tengah Jadwal Padat Persebaya
Kontingen Indonesia Siap Bertarung di All England 2026
Kevin De Bruyne Kembali Berlatih Setelah 128 Hari Absen Cedera
Veda Ega Pratama Pimpin Klasemen Rookie Usai Debut Mengesankan di Moto3 Thailand