SURABAYA Sepak bola itu aneh. Kadang, perubahan besar justru datang dari hal-hal yang sederhana. Bukan dari taktik canggih atau pemain mahal, tapi dari sebuah percakapan.
Gali Freitas tahu betul soal ini.
Sebelum Bernardo Tavares datang, posisinya di Persebaya bisa dibilang biasa saja. Ia aktif, kontribusinya ada, tapi belum jadi sosok yang benar-benar menakutkan. Dari 15 laga, cuma dua gol dan tiga assist yang ia catat. Statistik yang pas untuk pemain pelengkap.
Tapi semuanya berubah pelan-pelan sejak Tavares memegang kendali.
Perubahannya tidak instan. Tidak juga dramatis. Tapi kalau diperhatikan, gerakannya jadi lebih berani. Keputusannya di lapangan lebih cepat. Nalurinya di depan gawang lawan terasah. Hasilnya? Empat gol dan tiga assist tambahan menyusul setelah sang pelatih baru datang. Total enam gol dan enam assist musim ini angka yang menempatkannya sebagai salah satu pemain paling produktif di skuad Bajul Ijo.
Angka-angka itu, bagi Gali, bukan cuma deretan statistik. Itu cermin dari perubahan di kepalanya.
Gali bilang, pendekatan Tavares beda. Pelatih asal Portugal itu tidak cuma ngomong di ruang rapat atau lapangan latihan. Dia membangun hubungan. Secara personal.
“Dia selalu mengajak pemain bertemu secara personal, termasuk saya,” ujar Gali.
Pertemuan empat mata itulah yang jadi kuncinya. Dalam rutinitas tim yang padat, jarang ada ruang untuk dialog seperti itu. Tavares memberikan evaluasi mendetail: soal posisi tubuh, kontrol bola, sampai keputusan akhir di depan gawang.
Buat Gali, perhatian semacam itu ibarat suntikan kepercayaan diri.
Ia tidak lagi cuma menjalankan perintah. Sekarang ia paham betul perannya. Setiap gerak punya tujuan. Setiap serangan dibawa dengan keyakinan.
“Karisma Coach Tavares melengkapi semuanya,” katanya lagi.
Artikel Terkait
Tavares Hadapi Ujian Berat Lawan Persib di Tengah Jadwal Padat Persebaya
Kontingen Indonesia Siap Bertarung di All England 2026
Kevin De Bruyne Kembali Berlatih Setelah 128 Hari Absen Cedera
Veda Ega Pratama Pimpin Klasemen Rookie Usai Debut Mengesankan di Moto3 Thailand